JATIMPOS.CO/SURABAYA - Kota Surabaya masuk nominator  penerima Guangzhou Award bersama 5 kota lainnya di Asia.


 

Guangzhou Award merupakan penghargaan tertinggi bagi sebuah kota disuatu negara yang dengan berbagai inovasi membangun kotanya secara berkelanjutan demi kesejahteraan warga kotanya.

Guangchou Award diberikan dalam 2 tahun sekali. Pengununan siapa pemenangnya akan diumumkan pada bln Desember mendatang.

Sementara itu, sebagai salah pembicara dalam WorkShop UCLG ASPAC CONGRESS ke-7 Tahun 2018 di Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan, penduduk kota Surabaya tiap tahun semakin bertambah banyak namun jumlah sampahnya semakin menurun.

Tahun 2014 sebanyak 1.441 ton sampah setiap hari, namun pada tahun 2017 turun menjadi 1417 ton sampah per hari. Demikian  pula penggunakan energi listrik untuk lampu hias dan fasilitas umum di Surabaya mengalami penurunan drastis, karena semuanya menggunakan solarcell.

Soal banjir Wali Kota yang populer dengan panggilan Risma tersebut mengungkapkan pada awal jadi wali kota, luas genangan banjir di Surabaya lebih dari 50%. Sekarang genangan banjir di Surabaya tinggal 2-3 % saja. (tot)