Badan Pangan Dunia (WFP), Senin (27/4/2015), mengatakan tengah mempersiapkan sebuah operasi skala besar untuk membantu korban gempa di Nepal. Pesawat bantuan pertama dijadwalkan terbang ke negeri itu pada Selasa (28/4/2015).


"Ini akan menjadi operasi yang sangat besar," kata juru bicara WFP, Elisabeth Brys.

Para pakar WFP sudah tiba di Kathmandu pada Minggu untuk mengevaluasi kebutuhan para korban gempa. Setelah melakukan evaluasi WFP menyimpulkan hal yang paling dibutuhkan adalah tempat berteduh dan peralatan medis.

WFP mengatakan sudah menyalurkan obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan 40.000 orang untuk jangka waktu tiga bulan ke depan. Namun, dengan pasokan makanan yang menipis dengan cepat, WFP telah memobilisasi semua persediaan makanan milik organisasi itu di kawasan tersebut.

"WFP mengangkut makanan yang siap santap dari Dubai dan pesawat itu akan tiba di Nepal pada Selasa," ujar Brys.

"Makanan itu akan didistribusikan untuk para korban gempa Nepal, jika masih memungkinkan akan diangkut dengan truk, namun dengan kehancuran yang masif ini kemungkinan besar bantuan akan disalurkan lewat udara," tambah Brys.

Saat ini, lanjut Brys, para pakar WFP sedang memperkirakan jumlah warga Nepal yang terdampak bencana gempa itu dengan menganalisa citra satelit.

"Salah satu kawasan yang paling parah dihantam gempa adalah sebuah wilayah pertanian berpenduduk antara dua hingga tiga juta jiwa," papar Brys.

WFP sudah bekerja di Nepal sejak 1964 dan sebelum gempa menghantam negeri itu, WFP sudah merencanakan bantuan untuk 500.000 warga Nepal yang kekurangan pangan.

Sementara itu, badan PBB untuk urusan anak-anak (UNICEF) mengatakan gempa yang menghantam Nepal itu mengakibatkan hampir satu juta anak-anak membutuhkan bantuan.

UNICEF menambahkan ribuan anak-anak terpaksa tinggal di tempat terbuka di ibu kota Kathmandu sehingga mereka sangat berisiko terpapar penyakit.