JATIMPOS.CO//SURABAYA- Pertumbuhan dan perkembangan PKL [Pedagang Kaki Lima] dikota besar di Indonesia termasuk di kota Surabaya  setiap harinya semakin meningkat.

Agar PKL mampu meningkatkan kesejahteraan dan memberikan nilai tambah bagi warga kotanya perlu dilakukan penataan dan pembinaan.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini kepada para awak media termasuk Jatim Pos diruang kerjanya Jumat siang kemarin menyatakan pihaknya  menangkap peluang usaha tersebut dengan bentuk menyediakan tempat  bagi PKL tersebut namun  karena mahalnya lahan dipusat kota Surabaya maka sentra PKL dibangun  dibawah tanah dengan kedalaman 7 -8 m.

Sentra PKL tersebut kata Walikota Surabaya yang populer disapa Risma tersebut berada dibawah halaman  Balai Pemuda Surabaya sampai ke lahan pojok Timur perempatan air mancur.

“Sekarang kami sedang membangun terowongan bawah tanah dan sudah berjalan sekitar 30 %”,jelas Risma. 

Nantinya bila sudah berfungsi sentra PKL tersebut akan menjadi satu kawasan dengan kawasan Balai Kota Surabaya,ujar Risma sambil menunjukan gambar maket sentra PKL modernnya.

Menurut Risma pembangunannya menggunakan  dana murni APBD sebesar Rp 80 milyard dengan pola multiiyers dan diharapkan selesai tahun 2019 mendatang.
Sentra PKL tersebut akan dibangun 2 lantai dan mampu menampung sekitar 150 kendaraan  R4.Sedangkan PKL nya adalah PKL unggulan yang lolos dari penyaringan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya.

Tempat parkir dibangun dilantai dasar ,diatasnya tempat PKL,ungkap Risma dengan menambahkan  di stand PKL akan dijual berbagai jenis kuliner dan handycrap unggulan Surabaya.

Sedangkan dihalaman luar /atas akan disediakan panggung terbuka untuk kegiatan para seniman Surabaya yang akan menampilkan atraksi berbagai jenis kesenian tradisionil Surabaya.

Kedepan kata Risma bila ada wisatawan Domestik maupun Mancanegara cukup “mlaku-mlaku nang Jl.Tunjungan,lanjut ke  Balai Pemuda,mampir ke sentra Kuliner, nonton kesenian dan berahkir di Taman Surya Surabaya.[tot]