JATIMPOS.CO//SURABAYA- Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengapresiasi para pemuda kota Surabaya yang menghimpun bantuan untuk selanjutnya dikirimkan pada korban bencana di Palu dan Donggala. Namun semua itu bukan bermaksud hanya untuk mendapat penghargaan semata.

“Kalau kita punya cita-cita atau keinginan, kita ingin berhasil di bidang sesuatu orientasinya jangan penghargaan. Karena jika orientasinya penghargaan, kita akan berhenti setelah mendapatkan penghargaan,” ujar Risma kepada para pemuda Kota Surabaya usai menerima bantuan dari masyarakat untuk dikirimkan kepada para korban bencana di Palu dan Donggala. Di loby Lt.2 kantor Humas Pemkot Surabaya (Selasa, 16/10/2018)

Akan tetapi kata Risma, kalau orientasinya agar dapat membuat bangga orang tua, agar dapat membantu orang lain, membantu keluarga saya, maka itu tidak akan pernah berhenti meskipun kita sudah mendapatkan penghargaan.

Unsur elemen masyarakat yang hadir dan memberikan sumbangan untuk korban bencana alam di Palu dan Donggala adalah PT. Jaya Abadi Corak Biskuit Factory Indonesia yang memberikan 6.000 kaleng biscuit Khong Guan, Guru-guru Taman kanak-kanak memberikan sumbangan Rp.200.381.000, Happy Puppy memberikan sumbangan Rp.100.000.000 dan Dharma wanita Dinas Pendidikan kota Surabaya memberikan Rp.151.500.000.

Risma juga mengharapkan agar masyarakat Surabaya dapat tergerak dan ikut ambil bagian memberikan bantuan kepada saudara-saudara yang mengalami bencana gempa dan tsunami di Palu. “Saya ingin agar tangan kita sebaiknya di atas, bukannya selalu di bawah, jangan kita takut. Percayalah nanti Tuhan akan mengembalikan kepada kita, kepada anak-anak dan cucu kita nantinya” ujar Risma.

 

Suka Menolong

Walikota Surabaya Tri Rismaharini menceritakan banyaknya penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri atas dirinya sebagai Walikota Surabaya, karena dulunya orangtuanya suka menolong orang lain.

“Saya menjadi seorang walikota yang berhasil adalah karena orangtua dulunya suka mengulurkan tangan menolong sesama yang membutuhkan,” kata Risma.

Beberapa penghargaan baik nasional maupun internasional yang diterima Surabaya selama kepemimpinan Tri Rismaharini menjadikan kebanggaan tersendiri bagi warga Surabaya. Namun hal tersebut tidak membuat Walikota Surabaya ini bangga secara berlebihan, melainkan menjadikan penghargaan tersebut sebagai standart tolok ukur yang harus dapat dicapai di masa mendatang. 

Risma pun menyampaikan pesan khususnya kepada anak-anak muda di Surabaya agar dalam mencapai prestasi terbaik dalam hidup mereka jangan hanya memikirkan bagaimana cara untuk meraih penghargaan, karena jika fokus dan tujuan mereka berhenti sampai mendapatkan penghargaan semata, maka kehidupan akan berhenti dan mereka tidak dapat lagi menciptakan karya-karya terbaik mereka.(fred)