BANYAKNYA taman di Surabaya membuat warga kota merasa nyaman dan bisa rehat melepaskan penat setelah bekerja seharian. Kehadiran taman-taman yang indah dan cantik diberbagai sudut kota tidak lepas dari tangan dingin Tri Rismaharini selaku orang nomor satu di Kota Pahlawan ini.




Melalui tangan dingin dan hati yang tulus Risma selama bertahun-tahun, Surabaya yang identik dengan suhu panas dan macet akhirnya berubah drastis menjadi kota yang indah, sejuk dan segar.

Dimana-mana sangat mudah ditemukan taman-taman yang menawan dan menyejukkan mata yang memandang. Suprapto yang sedang duduk disore hari sambal menikmati kesejukan Taman Jayenggrono di depan Jembatan Merah Plaza mengatakan bahwa dirinya sering datang ke taman hanya untuk menghabiskan waktu sekitar satu jam sambil menanti adzan maghrib.

“Enak duduk di taman mas, daripada langsung pulang, sekalian nunggu jalanan agak longgar sampai maghrib,” ujar Suprapto sambil melepas sepatu mencoba berjalan di atas susunan batu-batu untuk foot teraphy.

Ditempat lain, Risma yang sedang mempersiapkan agenda kerjanya disiang hari, Selasa, 16/10 saat melewati koridor Lantai 2 kantornya berhenti sejenak mengamati sebuah tanaman hias yang terletak di jendela terbuka.

Sesaat setelah itu, Risma memberikan nasihat kepada tanaman itu layaknya seorang ibu menasihati anaknya. “Bertumbuhlah hingga mencapai kualitas terbaikmu, supaya kamu dapat dinikmati oleh semua orang yang melihatmu," ujar Risma sambil membelai daun-daun tanaman hias tersebut.

Wali Kota Terbaik No.3 di dunia tersebut mengatakan bahwa tanaman pun memiliki roh dan ia hidup dan dapat menangkap pesan dari makhluk lain. Dengan kehidupannya ia mampu mandiri memberi respon terhadap apa yang sedang terjadi atas dirinya.

“Iya. Coba saja kamu berbicara kepada pohon itu. Saya sering ngomong kepada tanaman atau pohon apa saja yang terlihat layu. Kalau nggak percaya, tanyakan sama Fikser itu,” tutur Risma lalu menoleh kepada Kabag Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser.

Tujuan dari dialog tersebut adalah untuk membuktikan berbagai literatur hasil riset bahwa tanaman dan tumbuh-tumbuhan adalah juga makhluk hidup ciptaan Tuhan yang hidup berdampingan saling bergantung antara satu dengan yang lain. Mereka akan memberikan hasil terbaik jika kita manusia berkomitmen memberikan perhatian dan perawatan kepada mereka.

“Kamu boleh nggak percaya hal ini. Tapi ini berkali-kali sudah saya buktikan. Tidak ada yang mustahil kalau kita yakin dan berusaha. Itu tanaman Tabebuya, yang aslinya dari Jepang, waktu di tanam di Surabaya dia hidup, tapi tidak berbunga. Tapi coba kamu perhatikan sekarang, dimana-mana Tabebuya berbunga semua,” Sambung Risma.
 
Risma meyakinkan bahwa semua tanaman jenis apapun, walaupun mungkin berbeda iklim dan cuaca, berbeda tempat tumbuhnya, ternyata setelah diajak berdialog, mereka memberi respon positif dan akhirnya mampu menghasilkan performance terbaik. Yakni menumbuhkan bunga-bunga yang indah dan sedap dipandang, sehingga mampu mempercantik suasana kota Surabaya. (freddy)