JATIMPOS.CO/SURABAYA - Pemkot Surabaya kembali menyelenggarakan Pekan Olahraga Masyarakat Kota Surabaya (Pomaskot). Event ini akan  diselenggarakan mulai 19 - 26 Oktober 2018 mendatang di stadion Tambaksari Surabaya.




Terdapat delapan cabang olahraga yang dipertandingkan di Pormaskot kali ini, yaitu: atletik, bulutangkis, bola voli, catur, futsal, tenis meja, tenis lapangan dan sepakbola.

Selain Gelora 10 Nopember Tambaksari yang akan digunakan sebagai pusat kegiatan, terutama perlombaan sepakbola, beberapa lapangan milik Pemkot Surabaya juga diagendakan dipakai untuk forum olahraga tahunan ini.

Antara lain Lapangan Thor di Jl. Padmosusatro untuk cabor atletik, Gelanggang Remaja untuk cabor bulutangkis, Lapangan Dharmawangsa di Jl. Dharmawangsa untuk cabor futsal.

Kemudian, Gedung Sasana Bhakti di Jl. Jagalan untuk cabor tenis meja, Lapangan PDAM di Jl. Ngagel Tirto untuk cabor tenis lapangan. Sedangkan untuk cabor catur Pemkot mengadakan perlombaan bergengsi tersebut di Mall BG Jungtion Jl. Kranggan.

Diselenggarakannya Pormaskot kali ini bertujuan memupuk rasa persatuan dan persaudaraan antara warga kota Surabaya, sekaligus meningkatkan minat berolahraga pada masyarakat, meningkatkan kesegaran jasmani dan rohani, mengembangkan kreatifitas, disiplin dan sportifitas serta mengarah kepada pretasi.

Ajang ini juga diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada warga kota Surabaya untuk mengembangkan olahraga bagi masyarakat di wilayahnya.

Sebagaimana event tahunan, Kadispora Surabaya Afghani Wardhana menyatakan bahwa gelaran olahraga ini selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Juga sebagai forum silahturahmi atlet-atlet asal Surabaya, sekaligus ajang mencari bibit atlet di masa mendatang, khususnya cabor bulutangkis dan juga sepakbola.

“Jika setiap kecamatan mengirim minimal 30 atlet, maka Pormaskot dipastikan akan diikuti sekitar 1.000 atlet yang berasal dari 31 kecamatan se-kota Surabaya.

Perhelatan ini juga membuktikan bahwa Surabaya telah memiliki wadah turnamen berkesinambungan yang potensial bagi pengembangan bakal atlet yang kelak diharapkan bisa bertumbuh kembang menjadi atlet professional.” Tutur Afgani.

Untuk cabor atletik Dispora Surabaya mempertandingkan kelas usia 17 tahun. Untuk cabor futsal dilombakan untuk usia 12 tahun.

Sepakbola dan Bola Voli dilombakan untuk kelas usia 40 tahun ke atas. Tenis lapangan dilombakan kelas 17 tahun dan kelas 40 tahun ke atas.Bulutangkis dilombakan kelas 17 tahun dan 40 tahun ke atas. Catur dilombakan di kelas usia 14 tahun dengan tujuan mencari bibit-bibit atlet professional di masa mendatang.

Sementara itu Kabag Humas Pemkot M. Fikser mengungkapkan bahwa antusias masyarakat sudah mulai terlihat dimana-mana.
“Di setiap kecamatan sudah mencari sparing partner sebagai persiapan mengikuti ajang Pormaskot kali ini,” kata Fikser seraya menambahkan jika futsal dipertandingkan di kelas anak-anak, banyak orang tua akan dibuat repot untuk membeli kostum, jadwal latihan, pendampingan dan sebagainya.

Inti dari perhelatan Pormaskot ini adalah agar dapat memupuk tali persaudaraan, silahturahhim, mengembangkan kebersamaan, guyup dan rukun.

“Contohnya sepakbola, ada pemain yang umurnya sudah 40 tahun keatas, mereka ini dulunya pernah menjadi satu tim, kini dikarenakan bertempat tinggal berbeda, mereka menjadi lawan dalam pertandingan,” kata Afghani.

Ia juga mendorong setiap kecamatan dapat mengirimkan wakil terbaiknya agar raihan medali tidak berpusat di kecamatan tertentu saja sehingga prestasi dapat tersebar merata di setiap kecamatan. (fred)