JATIMPOS.CO/SURABAYA - Berangkat dari niat baik dan ketulusan hati orang nomor satu di kota Surabaya, kini para lansia dan anak yatim di Surabaya telah tercover Dinas Sosial kota Surabaya lewat program pemberian makanan kepada mereka.




Program permakanan ini telah berjalan, Dinsos masih akan menerima para lansia di atas usia 56 tahun, para anak yatim yang hanya mempunyai single parent.

“Saya tidak ingin ada ditemukan orang Surabaya yang mati kelaparan, yang riskan itu kan lansia miskin yang tidak ada siapa-siapa lagi yang merawat mereka, nggak bisa masak, lalu kita tambah juga program ini untuk anak yatim dan orang cacat,” kata Risma kepada wartawan, Selasa (30/10).

Pemberian makanan ini dilakukan secara langsung melalui tukang masak dan tukang antar yang ditunjuk oleh RT di mana lansia itu berdomisili untuk menghindari penyelewengan bantuan program jika diberikan dalam bentuk uang.

“Kita kuatir nanti ya kalau itu diberikan, lha kalau tidak gimana pengawasannya, pemberian makanan ini tiap hari ada menu berbeda dan diupload untuk laporan,” ujar Risma.

Program ini, imbuhnya, dalam perkembangannya selain memberdayakan para lansia juga mampu menambah income bagi para tukang masak dan tukang antar makanan yang ditunjuk oleh RT/RW setempat.

Pemberian permakanan gratis ini telah menjangkau 29.249 orang dengan rincian: 17.537 lansia, 5.712 difabel dan 6.000 yatim piatu. 

Sedangkan program pemberian makanan tambahan telah disalurkan kepada 260.636 orang dengan rincian: 57.311 lansia, 164.000 balita, 33.737 sisa PAUD, 280 balita kurang gizi, 1.020 ibu hamil/menyusui, 825 pasien kanker, 2.300 pasien TBC, 150 penderita HIV/AIDS.

“Untuk pasien atau penderita penyakit kronis kita berikan makanan tambahan yang bergizi empat kali sebulan,” terang Risma.

Dinas Sosial kota Surabaya tidak memberikan batasan terkait jumlah lansia miskin yang akan tercover program permakanan ini karena data yang masuk diperoleh dari RT/RW setempat dimana mereka bertempat tinggal.

“Kita tidak dapat memastikan itu, karena ini satu-satunya program di Indonesia, atau bahkan di dunia.” pungkas Risma yang menyebutkan dana yang telah digelontorkankan untuk program permakanan telah menyentuh Rp 170 miliar. (fred)