JATIMPOS.CO/SURABAYA - Sebagai alternatif libur natal dan tahun baru 2019, bagi warga Surabaya bisa mengisi liburan dengan konsep alam dan memiliki sisi edukatif.  Salah satunya adalah kawasan Mangrove Wonorejo yang dirancang sebagai kawasan konservasi dan budidaya pohon mangrove.




Memiliki luas lahan sekitar 24 hektar. Berbagai macam jenis tanaman mangrove akan ditanam di kawasan ini, yang sudah ada antara lain jenis Rhizhopora (bakau hitam), dan Acanthus (holy mangrove).

Banyak disediakan spot untuk foto yang intagramable, selain tempat hunting foto, wisata mangrove di pantai timur Surabaya ini juga menawarkan wahana wisata yang tak kalah menarik, yakni jogging track, wisata perahu, sentra kuliner, menara pantau, yang terkini adalah jembatan gantung terbuat dari bamboo yang menjulang setinggi 12 meter. Jembatan ini kelak akan menjadi ikon utama wisata mangrove.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Djoestamadji mengatakan jembatan bamboo ini dibangun sepanjang 600 meter dibagi enam tahapan. “Tahap satu sudah selesai dikerjakan. Sekarang tinggal tahap 2, 3 dan 4 yang ditargetkan untuk rampung akhir 2018,” kata Djoetamadji kepada jatimpos.co, Selasa (18/12).

Untuk planning kedepan wisata mangrove di pantai timur Surabaya ini akan dijadikan Kebun Raya Mangrove, yakni suatu suaka bagi berbagai jenis pohon Mangrove yang ada di dunia, sekaligus menjadi yang pertama di Indonesia. Tahun 2019 Penggarapan akan mulai dikerjakan dengan total anggaran Rp. 60,5 miliar. “Masterplannya sudah dibuatkan oleh Kementrian PU dan Perumahan Rakyat, Tahun depan kami juga akan terus menambah jumlah lahan yang akan dibebaskan,” imbuh Djoestamadji.

Kawasan mangrove Wonorejo nantinya akan digabung dengan mangrove Gununganyar, total lahan yang kelak akan dibebaskan sekitar 200 hektar agar Kebun Raya Mangrove benar-benar dapat diwujudkan. (fred)