JATIMPOS.CO/SURABAYA – Pemulihan Jalan Raya Gubeng Surabaya yang runtuh pada hari Selasa malam (18/12) ditargetkan dapat beroperasi kembali dalam 5 hari ke depan, demikian penjelasan Tri Rismaharini selaku Wali kota Surabaya, Kamis (20/12/2018).




Begitu turun dari mobil dinasnya pukul 16.00 WIB di lokasi, Risma yang saat itu masih berjalan dengan bantuan kursi roda akibat robekan otot di kakinya langsung memerintahkan agar kendaraan Linmas dan truk-truk pengangkut material yang tidak beroperasi untuk segera menyingkir dari area yang seharusnya steril tersebut, ia juga menyuruh mobil Damkar yang parkir sejak pagi hari untuk segera dialihkan agar suasana jalan tidak penuh.

Dengan amblesnya Jalan Raya Gubeng yang berseberangan dengan Bank BNI, toko tas Elisabeth dan juga persis di depan proyek basement RS Siloam, kondisi dan struktur tanah di sekitar lokasi menjadi sangat labil dan tidak dapat diprediksi. Agar nantinya para pengguna jalan bisa lewat dengan aman, perlu dihitung menggunakan alat drill yang langsung mengebor tanah hingga kedalaman tertentu sampai menemukan landasan tanah yang keras.

“Jangan sampai kejadian waktu hari Selasa itu terulang dan lalu sampai timbul korban, karena beban tanah di sekitar sini belum dihitung. Saya sudah koordinasikan dengan ibu Erna (Kadis PU Bina Marga dan Pematusan) agar dihitung pake drill, hasilnya belum tahu, mungkin besok kita bisa lihat,” kata Risma di sela meninjau proses pengurukan yang melibatkan dinas PU kota Surabaya.

Sebagai orang nomor satu di kota Surabaya, Risma tidak ingin kejadian seperti ini berdampak pada laju pergerakan ekonomi warga khususnya di wilayah terdampak. Ia ingin agar pengurukan dan pembenahan Jalan Raya Gubeng dapat dituntaskan dalam waktu 5 hari sesuai hitungan dari Dinas terkait.

“Ini kalo butuh 800 truk, saya masih sanggup 2 hari, tetapi ternyata setelah dihitung ulang ketemu 1.500 truk lebih, saya belum bisa memastikan, akan tetapi kalau semua material tersedia dan cuaca mendukung, kita bisa selesaikan 5 hari, ” pungkas Risma.(fred)