JATIMPOS.CO/SURABAYA - Kongres Serikat Perusahaan Pers (SPS) ke XXV resmi dibuka di Gedung Siola Lantai 4 Surabaya, Rabu, (06/02/19) Siang. Kongres SPS ke-25 ini, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang juga di pusatkan Kota Pahlawan. Turut hadir dalam kongres ini, ratusan pengurus pusat, pengurus cabang, dan penerbit pers anggota SPS se-Indonesia. Disamping itu, kongres juga dihadiri oleh puluhan pemimpin redaksi media massa, serta pemilik media massa dari berbagai wilayah di Indonesia.




Dalam kongres ini, dirumuskan beberapa poin penting, diantaranya pemilihan pengurus pusat baru SPS untuk masa periode 2019 – 2023. Disamping itu, dalam kongres ini juga diadakan penyerahan pemenang Indonesia Print Media Awards (IPMA), Indonesia Inhouse Media Awards (InMA), Indonesia Young Readers Awards (IYRA), dan Indonesia Media Research Awards and Summit (ISPRIMA).

Dalam sambutannya, wali kota yang akrab disapa Bu Risma ini memaparkan beberapa hal terkait transformasi pembangunan di Kota Surabaya. Diantaranya yakni masalah kesejahteraan sosial yang meningkat, infrastruktur, layanan masyarakat, pendidikan, hingga berbagai program yang telah berhasil diterapkan di Kota Surabaya. “Kami di Surabaya juga mempunyai layanan 112, di sini yang kita layani, sampai orang nangkap ular pun kita layani. Bahkan kami juga ada psikolog yang siap 24 jam ada di layanan 112,” kata Wali Kota Risma.

Pada momen ini, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) nota kesepakatan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas. Pada MoU itu, tertuang kerjasama bantuan pembangunan jamban sehat beserta pendukungnya dari Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas.

Ketua Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Rusdi Amral juga menyampaikan, bahwa dana bantuan jamban sehat yang diberikan kepada Pemkot Surabaya berasal dari para pembaca Kompas. Yayasan dana kemanusiaan kompas adalah yayasan pengelolah dana dari para pembaca kompas. “Ini sebagai tanda cinta pembaca Kompas terhadap Kota Surabaya, kita tahu Surabaya semuanya sudah lengkap, semuanya juga kelihatan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan digulirkannya dana bantuan sanitasi jamban sehat, ke depan masyarakat Surabaya yang masih belum beruntung atau masuk dalam kategori keluarga miskin, tidak lagi BAB di sungai. “Semoga dengan bantuan ini, masyarakat Surabaya yang belum beruntung itu bisa bebas dari buang air besar sembarangan,” pungkasnya. (fred)