JATIMPOS.CO/SURABAYA – Rusia berkeinginan menjalin hubungan sister city antara Saint Peterburg dan Surabaya. Demikian pernyataan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva saat tiba di Balai Kota Surabaya dan diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya. Selain itu, Dubes Rusia sebenarnya juga ingin menelusuri jejak-jejak orang Rusia di Kota Surabaya.




Awalnya,  Dubes Rusia mengaku ingin melihat langsung Monumen Kapal Selam yang merupakan buatan Uni Soviet atau kini Rusia. Ia mengaku penasaran apakah di kapal itu masih ada tulisan-tulisan tentang Rusia. Jika memasuki sudut-sudut ruangan kapal, memang di dalamnya  masih menggunakan huruf-huruf cirri khas Rusia. “Makanya kami ingin melihat langsung ke sana,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi, dulunya di Surabaya ada gedung konsulat jenderal Rusia yang berada di Jalan Sumatera, Surabaya. Namun, gedung itu sudah ditutup sejak tahun 1990 dan kabarnya hingga saat ini gedung itu masih ada. “Saya juga ingin mengecek ke sana apakah masih ada gedung itu,” kata dia.

Pada kesempatan itu, ia juga sempat mendapatkan informasi bahwa ada tentara Rusia yang gugur di medan perang saat masa penjajahan Indonesia. Namun, Lyudmila mengaku tidak tahu dimakamkan dimana di Surabaya, sehingga dia ingin meminta bantuan Pemerintah Kota Surabaya untuk mengecek data-data makam di Surabaya barangkali ada nama warga Rusia yang dimakamkan. “Kalau memang ada, kami ingin berkunjung ke makam itu dan barangkali kami bisa membantu merawatnya. Kami juga ingin catatkan di sejarah kami bahwa dulunya ada tentara Rusia yang gugur di Surabaya,” imbuh Lyudmila.

Sementara itu, Wali Kota Risma pun bergerak cepat untuk membantu Dubes Rusia ini. Bahkan, ia langsung meminta Dinas Kebersihan dan Tata Ruang Hijau (DKRTH) untuk mengecek data-data makam di Surabaya, terutama di makam peneleh dan Kembang Kuning karena kalau orang luar biasanya dikuburkan di makam itu. “Nanti kami bantu untuk mencarikan data-datanya. Kalau memang ketemu datanya biar nanti dikirimkan kepada Anda,” tegas Wali Kota Risma.

Niat awal dari keinginan kerjasama sister city antara Surabaya dengan Saint-Peterburg. Sebab, kota tersebut juga merupakan kota terbesar kedua seperti Surabaya dan merupakan kota pelabuhan. Bahkan,  Saint-Peterburg sudah lama tertarik untuk bekerjasama dengan Surabaya. Lagi-lagi, Wali Kota Risma menanggapi positif tawaran kerjasama itu selama dapat membawa manfaat bagi Kota Surabaya.

Terlepas dari itu, Dubes Rusia juga menyampaikan undangan dari Saint-Peterburg untuk Wali Kota Risma. Wali kota dua periode ini diundang untuk menghadiri salah satu forum besar yang akan digelar pada akhir Maret 2019 mendatang. (fred)