JATIMPOS.CO/SURABAYA - KPK bekerjasama dengan Pemkot Surabaya melakukan sosialisasi anti korupsi dalam pengelolaan pajak daerah di Graha Sawunggaling, komplek gedung Pemkot Surabaya, Selasa (23/4/2019). Acara ini diikuti 300 PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dan Notaris se Kota Surabaya. Tujuannya untuk optimalisasi pendapatan daerah dan penertiban aset atau barang milik daerah.



Pertemuan diawali dengan sosialisasi penerapan sistem online Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (e-BPHTB). Selain itu, mereka juga mendapatkan juga panduan PBB online. PPAT dan Notaris diberikan pemahaman ini karena mereka adalah ujung tombak dan yang aktif membantu wajib pajak dalam mengurus pajaknya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya Yusron Sumartono mengatakan sosialisasi ini penting karena di sistem aplikasi itu terdapat menu-menu khusus, termasuk menu bukti lunas pada e-SPPT. “Sistem ini kami terapkan sejak dua tahun lalu, PPAT dan notaries juga sudah sering menggunakan sistem ini, tapi kali ini memang ada tambahan menu untuk menyempurnakan pelayanan,” kata Yusron.

Sementara itu, Koordinator Wilayah VI Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Pencegahan KPK Asep Rahmat Suwandha mengatakan program ini cukup besar dan cukup luas baik dari segi luasan wilayah maupun segi nilai obyek pajaknya. “Para Notaris punya peran yang signifikan dalam membantu wajib pajak atau menfasilitasi wajib pajak untuk membayar kewajibannya kepada Pemda atau Dirjen pajak.” kata Asep seusai acara.

Ia juga memastikan bahwa yang paling krusial dalam proses ini adalah dasar penilaian pajaknya. Makanya, KPK berharap PPAT dan Notaris itu mencatat, melaporkan dan membayarkan transaksi yang sesungguhnya. “Kami harap tidak ada proses-proses misalnya menurunkan transaksi yang lebih rendah dan lainnya,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ia mengaku akan terus mendorong sistemnya supaya lebih baik. Salah satunya dengan sistem zonasi atau pun ada nilai-nilai wajar yang disepakati antara BPN, Dirjen Pajak dan pemerintah daerah. “Nah, hal itulah yang nanti kita coba selesaikan,” ujarnya. (fred)