Peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mengikuti ujian di salah kampus swasta kawasan Surabaya Timur, tahun 2014 lalu.

JATIMPOS.CO/SURABAYA - Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015 ternyata masih banyak ditemukan beberapa kesalahan. Diantaranya, pendaftar yang tidak membaca petunjuk sebelum melakukan pendaftaran online sehingga terdapat kesalahan ketika akan mengunggah file foto. Selain itu, pendaftar juga kesulitan mencari program studi yang akan dituju.



Sekretaris Panitia Lokal 50 SBMPTN 2015, Bekti Cahyo, mengatakan kalau sekretariat desk help SBMPTN sering mendapatkan telepon dari pendaftar yang masih kesulitan mencari prodi yang akan dituju.

“Di halaman website sbmptn.or.id itu semua sudah ada lengkap. Tapi kami masih mendapat telepon ada yang mencari prodi A tidak ada. Oleh karena itu, kami selalu mengingatkan untuk jeli dan teliti dengan membaca bait demi bait keterangan yang ada di website itu,” terangnya ketika ditemui di Unesa, Sabtu (16/5).

Tidak hanya itu saja, pendaftar juga masih ada yang masih ragu dan tidak segera mencetakk kartu pendaftaran. Bekti menegaskan, kalau sudah pasti dengan pilihan prodi yang akan dituju, jangan sampai menunda untuk segera mencetak kartu. Hal ini karena pendaftaran SBMPTN 2015 berbeda dengan tahun lalu.

“Tahun lalu, pendaftar harus bayar terlebih dahulu baru bisa mencetak. Kalau tahun ini lebih kami permudah. Bayarnya diawal, jadi diakhir sudah bisa mencetak tidak usah repot lagi harus ke bank,” tambahnya. Kejadian seperti ini harus segera di sosialisasikan kepada setiap pendaftar yang akan menjadi calon mahasiswa baru (camaba).

Menurutnya, sosialisasi harus terus diberikan kepada siswa terutama melalui lembaga sekolah masing-masing. Bekti menambahkan, kalau peran orangtua juga sangat penting untuk membantu putra-putrinya mendaftar SBMPTN 2015. (tot)