Entah keceplosan atau hanya sebatas kelakar saja Walikota Surabaya Tri Rismaharini Selasa (26/5/2015) lalu mengungkapkan  dirinya  pernah ditawar seorang hidung belang  saat  melewati Gang Dolly.



“Saya suka blusukan masuk dan keluar gang di perkampungan penduduk Kota Surabaya. Saat masih Mahasiswi saat melewati Gang Dolly bersama teman-teman saya sempat ditawar oleh seseorang,“ ungkap Risma dengan nada tanpa beban di hadapan warga untuk menyaksikan pembukaan Festival Kampung Lawas  Maspati.

Namun sedemikian Risma tidak menjelaskan secara detail berapa ribu rupiah nilai penawarannya, kecuali mengatakan dengan keberadaan Kampoenglah Surabaya sampai sekarang tetap ada dan dikenalsampai keseluruh dunia. Karenanya, kata Risma lagi  pihaknya setuju bila status Kampoeng Maspati ditingkatkan sebagai kampoeng cagar budaya.

Risma yang baru saja menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari ITS 10 Nopember Surabaya ini lebih jauh mengatakan, dirinya sendiri yang akan mendesain kampoeng bersejarah di kota Surabaya agar ke depan  kampoeng tersebut mampu menjadi kampoeng wisata di surabaya.

“Maukah warga di sini bila kampoengnya menjadi Kampoeng Wisata,” tanya Risma kepada Warga.

“Mau...!” jawab warga serentak.

“Baik, nanti saya akan desain dan promosikan Kampoeng Maspati bila saya ke luar negeri,” ujar Risma meyakinkan.
        
Menurut Risma Kampoeng Maspati mempunyai  nilai sejarah yang sangat tinggi,Kampoeng Maspati berada di ring satu kawasan  museuum Tugu Pahlawan.

Pada jaman perang kemerdekaan 10 Nopember 1945 Kampoeng  Maspati dijadikan dapur umum para pejuang.

“Kampoeng  Maspati merupakan kehormatan bagi kita, sampai kapan pun mari kita pertahankan  kampoeng ini,“ ujar Risma dengan nada mengajak dan membakar semangat warga kampoeng Maspati.

Peresmian pembukaan Festival Kampoeng Lawas selain disaksikan oleh  Warga dan Tokoh Masyarakat kampoeng Maspati juga dihadiri oleh Ketua Seduluran Suroboyo Bambang Sulistomo, putra tokoh Pahawan Nasional Bung Tomo.(Gatot.S)