JATIMPOS.CO/SURABAYA - Booming batu akik di tanah air benar-benar mendapat perhatian serius Pemkot Surabaya. Dengan menggandeng komunitas pecinta batu mulia, Pemkot Surabaya berinisiatif menggelar event berskala nasional yang disebut Jambore Akik, di gedung Sentra Ikan Bulak (SIB) kawasan Kenjeran.



Jambore Akik ini akan digelar selama empat hari, sejak 11 s/d 15 Juni. Tujuannya adalah untuk memberdayakan perekonomian warga kota pahlawan. Pasalnya batu mulia saat ini menjadi fenomena yang digandrungi.

Sekkota Surabaya Hendro Gunawan dalam keterangan persnya menjelaskan, acara ini terselenggara lewat kerja sama dengan komunitas pecinta batu mulia. “Kami bekerja sama dengan beberapa mitra, dengan memanfaatkan gedung yang telah dibangun pemkot sejak 2012. Harapannya dengan kegiatan ini, kita bisa berdayakan ekonomi masyarakat sehingga semua terlibat dalam kegiatan kewirausahaan,” jelas Hendro kepada wartawan di kantornya, Jumat (5/6).

Terkait adanya penjual akik yang berjualan di trotoar Pasar Kembang, Hendro menegaskan akan mendorong mereka agar bisa bergabung dalam acara ini. Acara Jambore Akik ini berkonsep layaknya kontes berhadiah yang akan diikuti oleh puluhan pecinta batu mulia dari berbagai daerah di Indonesia..

Pihak panitia penyelenggara, Eko Gajah yang juga pecinta batu mulia dari Mardika Indonesia memaparkan sudah ada 90-an peserta yang menyatakan kesediaannya untuk ikut meramaikan Jambore Akik yang pertama kalinya ini. “Peserta yang mendaftar di antaranya dari Aceh, Bengkulu, Papua, Sulawesi, Kalimantan, Pacitan, Kebumen dan Ponorogo,” kata Eko.

Selain itu, Eko mengungkapkan ajang ini jadi pembuktian Surabaya juga punya batu mulia yang kualitasnya tak kalah dengan daerah lain. “Ada batu panca warna yang ditemukan di Pantai Kenjeran. Surabaya sudah lama terkenal dengan batu bergambarnya. Ini bisa jadi oleh-oleh untuk peserta jambore,” ujar Eko. (fred)