JATIMPOS.CO/SURABAYA - Pasangan Dhimam Abror Djuraid-Haries Purwoko hampir pasti mendaftarkan diri menjadi bakal calon Walikota Surabaya periode 2016-2021. Kepastian itu diperoleh setelah tiga partai politik, yakni PAN, Demokrat, dan Hanura, menyatakan siap mengusung pasangan Dhimam Abror-Haries.



Jika pasangan Dimam Abror-Haries mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Senin (3/8/2015) ini, maka pupus sudah kekhawatiran Pilwali Surabaya diundur hingga 2017. "Insya Allah daftarnya hari ini," kata Ketua DPD Hanura Jatim Soedjatmiko.

Sebelumnya sempat muncul kekahwatiran, karena sampai penutupan pendaftaran tahap pertama calon Walikota Surabaya di KPU berakhir pada 29/7/2015, tidak ada satu pun penantang dari pasangan petahana Tri Rismaharini-Wisnu Sakti Bhuana.

Hal sama diutarakan Ketua DPD PAN Surabaya, Surat, Minggu (2/8/2015), dirinya sudah mendapat kepastian dari Demokrat bahwa mereka juga mengusung calon yang sama. "Ini kami masih konsultasikan ke Demokrat untuk mendaftar jam berapa hari ini," kata Surat.

Sementara itu, pengamat politik dan Ketua Parlemen Watch Jatim Umar Salahudin menilai Pilkada Surabaya 2015 sebaiknya diundur hingga 2017 daripada memunculkan calon boneka. "Calon boneka menjadi tragedi demokrasi di Surabaya, calon boneka membodohi rakyat," kata Umar Salahudin.

Menurut dia, kalau ada calon boneka berarti motivasinya pragmatis yakni rela maju untuk kekalahannya dan memenangkan calon yang lain. Calon boneka tersebut pasti dapat benefit atau bentuk imbal jasa.

Sedangkan, lanjut dia, yang dikorbankan adalah rakyat. Apalagi dengan anggaran pilkada besar seperti itu secara langsung hanya untuk menguntungkan calon-calon boneka saja. "Selamatkan demokrasi, selamatkan uang rakyat," ujarnya.(yus)