JATIMPOS.CO/JOMBANG - Lokakarya mini lintas sektoral dan forum konsultasi publik kembali digelar Puskesmas Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang. Lokakarya ini merupakan wadah untuk menampung aspirasi serta membahas berbagai permasalahan didalam pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bandarkedungmulyo, Selasa (31/03/2026) di Aula Puskesmas setempat.

Hadir langsung Kepala Puskesmas Bandarkedungmulyo dr. Ira Yulia Dianti, Camat Bandarkedungmulyo, Hariyanto, Kapolsek AKP Zaenal Abidin, Komandan Pos Koramil Bandarkedungmulyo, juga turut hadir Kepala Desa se-kecamatan Bandarkedungmulyo, Ketua penggerak PKK, KUA, juga dari Kepala Sekolah se-kecamatan Bandarkedungmulyo.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Camat Bandarkedungmulyo, Hariyanto sekaligus membuka acara, sambutan Kapolsek Bandarkedungmulyo  kemudian dilanjutkan dengan paparan Kepala Puskesmas Bandarkedungmulyo dr. Ira Yulia Dianti.

Camat Bandarkedungmulyo, Hariyanto, dalam sambutannya sangat mendukung program lokakarya mini lintas sektoral ini, "Dengan kegiatan lokakarya ini saya mendukung, sangat positif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kecamatan bandarkedungmulyo. Dengan melibatkan lintas sektoral dari berbagai unsur, akan memudahkan untuk menginventarisir permasalahan dan dicarikan solusi penyelesaiannya bersama-sama," ungkap Camat Bandarkedungmulyo.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bandarkedungmulyo dr. Ira Yulia Dianti, "Kegiatan Lokakarya Mini ini di lakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama tim, memantau cakupan pelayanan puskesmas, dan pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka memperkuat kolaborasi antara sektor kesehatan dengan pihak-pihak lain yang berperan dalam pelayanan kesehatan masyarakat," ungkap dr. Ira Yulia Dianti.

Selain membahas program kesehatan, lokakarya ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap berbagai program-program dan kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan oleh puskesmas dan lintas sektor serta mendiskusikan langkah-langkah strategis kedepan guna meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien kepada masyarakat.

"Kalau kegiatannya, karena ini di awal tahun, artinya kita merencanakan apa-apa yang kita kerjakan di tahun 2026. Semuanya dipaparkan, kemudian menyampaikan juga rekap dari proses kegiatan kita di tahun 2025 kemarin. Selain itu juga saya sampaikan beberapa kegiatan yang baru," terang dr. Ira.

Jadi, sambung dr. Ira, sekalian kalau ada aturan baru, ada program baru, itu kita sampaikan di forum ini. Dari evaluasi periode kemarin, ada yang menjadi titik tumpuan di periode berikutny. Fokusnya, yang kemarin kan kita sudah melaksanakan CKG, cek kesehatan. Dari situ, ternyata ketahuan kalau kita punya beberapa ribu penderita hipertensi dan penderita diabetes yang baru terscreening.

"Nah, untuk tahun 2026 ini, kita fokusnya kesana. Jadi, untuk penanganan atau rata laksana pasien dengan hipertensi dan diabetes sesuai standar. Setelah dilakukan inventarisir pemeriksaan secara rutin yang ada di puskesmas, kemudian kalau ke  hasil secreeningnya pas di posyandu, dirujuk untuk ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan untuk dilakukan pemeriksaan laborat tambahan, misalnya. Atau pemeriksaan EKG, misalnya. Nah, itu dilakukan di sini dan pengobatannya," jelas dr. Ira.

Kepala Puskesmas Bandarkedungmulyo dr. Ira Yulia Dianti

Tapi kalau misalnya ketemunya pas di pusling (puskesmas keliling) karena pusling sudah ada pengobatan, biasanya langsung kita obati. "Diabetes itu memang faktor yang paling berpotensi resiko besar, atau seperti apa di wilayah puskesmas. Harapan kami, kalau yang sudah ketemu itu tertata laksana dengan baik. Artinya, mereka kita perhatikan sehingga hipertensinya nggak hilang, diabetnya nggak hilang, tapi dia bisa terkontrol dengan baik, sehingga kualitas hidupnya meningkat," ungkap dr. Ira.

dr. Ira Yulia Dianti juga menyampaikan bahwa Puskesmas Bandarkedungmulyo mempunyai program 'MAS BERLIAN' yakni Puskesmas berkeliling memberikan pelayanan. Yang kedua, adalah Fisioterapi. "Sekarang sudah tersedia fisioterapi di puskesmas. Harapannya nanti, ya nggak hanya di sini, kekehidupan masyarakatnya, mungkin fisioterapis kami akan keliling untuk memberikan edukasi tentang pemberian atau pelaksanaan fisioterapi mandiri," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Ira Yulia Dianti dalam paparannya menyampaikan sejumlah fasilitas dan jenis-jenis pelayanan yang ada di puskesmas Bandarkedungmulyo diantaranya dibagi menjadi 5 Klaster serta Pustu, Poskesdes, dan Pusling. "Kelima klaster tersebut adalah Klaster 1 : Manajemen, yakni manajemen inti puskesmas, manajemen arsip, manajemen SDM, manajemen sarana, prasarana, dan perbekalan kesehatan, manajemen mutu pelayanan, manajemen keuangan dan aset atau barang milik daerah, manajemen sistem informasi digital, manajemen jejaring dan manajemen pemberdayaan masyarakat; Klaster 2 : Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak; Klaster 3 : Kesehatan Dewasa dan Lansia; Klaster 4 : Penanggulangan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan; Klaster 5 : Pelayanan lintas klaster diantaranya pelayanan kesehatan gigi dan mulut, pelayanan gawat darurat, pelayanan kefarmasian Modern dan Tradisional, pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat;, pelayanan rawat inap, penanggulangan krisis kesehatan; dan pelayanan rehabilitasi medik dasar," urai dr. Ira Yulia Dianti.

dr. Ira Yulia Dianti menyampaikan tantangan yang dihadapi di tahun 2025 ini yakni pilar Pengelolaan Sampah untuk menyukseskan program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), pengelolaan sampah ini sangat penting untuk dilakukan di tiap-tiap desa dengan baik. "Adapun tujuan STBM adalah untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan, memberdayakan hidup bersih dan sehat, meningkatkan kemampuan masyarakat, serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar yang berkesinambungan," pungkasnya. (her)