JATIMPOS.CO/KEDIRI — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri melaksanakan Gerakan Kediri Berbudaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di area Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Jumat (17/4/2026) pukul 07.00 WIB.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden, Menteri Dalam Negeri, Menteri Lingkungan Hidup, serta Surat Edaran (SE) Bupati Kediri terkait pelaksanaan Gerakan Kediri Berbudaya ASRI.

Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menyampaikan setiap hari Selasa seluruh instansi pemerintah maupun swasta melaksanakan pembersihan sekitar 30 menit di kantor atau instansi masing-masing. Sementara untuk hari Jumat difokuskan di ruang publik.

"Kebetulan dari Pemkab melalui bagian Kesra itu ada kegiatan senam pagi yang biasanya dilakukan di halaman Pemkab, karena sebagian melaksanakan WFH akhirnya senam digabungkan dalam gerakan ASRI disini," ujar Putut saat ditemui disela-sela kegiatan.

Putut menambahkan, fokus area yang dibersihkan seluruh kawasan SLG, dengan harapan sekalian mengkampanyekan bagaimana budaya untuk tidak membuang sampah sembarangan, mau memilah dan mengolah sampah supaya timbulan / jumlah sampah tidak semakin banyak.

"Kita mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2025 tentang Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai, itu yang sedang kita sosialisasikan," imbuhnya.

Untuk peserta, karena ini kegiatan senam mayoritas dari semua OPD yang tidak melaksanakan WFH, ditambah melibatkan masyarakat yang biasanya melakukan aktivitas Jumat pagi (jogging, lari pagi, jalan santai), dan tambahan anggota Paskibra dari Kesbang.

Menurut Putut, sampah paling dominan dirasakan dampaknya yaitu sampah terbanyak yang anorganik plastik bekas bungkus makanan. Tapi yang mudah mencemari justru organik, seperti sisa makanan dan sayuran yang sudah busuk.

Ia berharap masyarakat harus membiasakan untuk memilah sampah, pihaknya menyiapkan jaring besi untuk tempat botol plastik bagi peserta yang tidak membawa tumbler. Karena dalam acara kali ini peserta diimbau membawa tumbler sendiri dan pihaknya yang menyiapkan air minumnya.

"Kalau tidak membawa tumbler sendiri, tapi pakai botol plastik kita siapkan tempat khusus untuk botol bekas peserta. Ke depan kita upayakan melaksanakan gerakan sebulan dua kali dan ini juga merupakan ada moment kolaborasi dengan bagian Kesra," pungkas Putut. (priez)