JATIMPOS.CO/JOMBANG – Sore itu, lapangan Mini Soccer Asy Syarif, Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, berubah menjadi arena adu gengsi para jurnalis.
Bukan kamera dan alat perekam yang menjadi senjata utama. Kali ini, para wartawan dari empat daerah berjibaku dengan bola, mengejar kemenangan dalam turnamen Fourfeo Mini Soccer yang digelar PWI Mojokerto Raya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Selasa (18/8/2026) sore.
Empat tim ambil bagian dalam turnamen tersebut. Masing-masing PWI Jombang, PWI Gresik, PWI Sidoarjo, serta tuan rumah PWI Mojokerto Raya.
PWI Jombang tampil penuh semangat sejak laga pertama. Pada babak semifinal, mereka harus berhadapan dengan PWI Sidoarjo.
Pertandingan berlangsung ketat. Kedua tim saling menyerang dan beberapa kali menciptakan peluang. Namun, PWI Jombang akhirnya mampu keluar sebagai pemenang setelah Rohmadi memborong dua gol.
PWI Sidoarjo hanya mampu membalas satu gol. Skor akhir 2-1 mengantarkan PWI Jombang ke partai final.
Di pertandingan semifinal lainnya, PWI Mojokerto Raya juga harus melalui laga sengit menghadapi PWI Gresik. Pertandingan bahkan harus ditentukan melalui drama adu penalti.
Tuan rumah akhirnya keluar sebagai pemenang dan memastikan pertemuan dengan PWI Jombang di partai puncak.
Partai final menjadi ujian berat bagi PWI Jombang. Bermain menghadapi tuan rumah yang mendapat dukungan langsung dari rekan-rekan dan pendukungnya, PWI Jombang harus bekerja keras membendung serangan demi serangan.
Namun, PWI Mojokerto Raya tampil lebih dominan. Lima gol bersarang di gawang PWI Jombang hingga pertandingan berakhir dengan skor 5-1.
Meski kalah, PWI Jombang tetap mampu menciptakan satu momen yang menarik perhatian.
Gol tunggal PWI Jombang justru lahir dari sang penjaga gawang, Dwi Aris. S.
Dari jarak jauh, pria yang akrab disapa Aris melepaskan tendangan keras. Bola meluncur deras dan berhasil menembus gawang PWI Mojokerto Raya.
Gol tersebut sontak disambut sorak-sorai pemain PWI Jombang. Sebuah gol yang tidak hanya menjadi hiburan di tengah kekalahan, tetapi juga menjadi salah satu momen paling menarik dalam pertandingan final.
Kapten PWI Jombang Anggit Pujie Widodo mengaku bersyukur timnya bisa melangkah hingga partai final. Menurutnya, pertandingan tersebut menjadi pengalaman sekaligus momentum untuk mempererat kekompakan antaranggota PWI Jombang.
"Kami tentu bersyukur bisa sampai ke final. Perjalanan pertandingan hari ini cukup berat, tetapi teman-teman sudah berjuang maksimal. Hasil juara dua ini tetap kami syukuri," ujar Anggit.
Pria yang sehari-hari sebagai wartawan Tribunnews mengakui PWI Mojokerto Raya tampil lebih baik pada pertandingan final. Namun, kekalahan tersebut tidak mengurangi semangat tim untuk terus berlatih dan mengikuti pertandingan serupa pada kesempatan berikutnya.
"Di final kami memang kesulitan mengembangkan permainan. PWI Mojokerto bermain bagus dan kami harus mengakui keunggulan mereka. Yang paling penting, teman-teman tetap semangat sampai pertandingan selesai," katanya.
Anggit juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah tampil sejak semifinal. Menurutnya, kekompakan menjadi salah satu kekuatan utama PWI Jombang dalam turnamen tersebut.
"Kami datang bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga membawa semangat kebersamaan dan silaturahmi. Bertanding bersama teman-teman wartawan dari daerah lain seperti ini sangat menyenangkan," tambahnya.
Sementara itu Muhammad Mufid, Ketua PWI Jombang mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang telah membawa tim hingga menjadi runner up.
"Juara dua ini menjadi hasil yang patut kami apresiasi. Teman-teman sudah menunjukkan semangat, kekompakan, dan sportivitas. Apalagi bisa menang di semifinal dan kemudian bertemu tuan rumah di final," ujar Mufid.
Mufid juga menilai turnamen tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Lapangan hijau menjadi ruang silaturahmi bagi para wartawan dari berbagai daerah sekaligus menjadi cara sederhana untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.
"Yang kami cari bukan hanya trofi, tetapi bagaimana kegiatan ini bisa mempererat silaturahmi antaranggota PWI. Semangat kemerdekaan juga kami rayakan melalui olahraga, kebersamaan, dan sportivitas," katanya.
Dengan hasil tersebut, PWI Jombang harus puas membawa pulang gelar juara dua. Sementara PWI Mojokerto Raya menjadi kampiun setelah mengalahkan PWI Jombang di partai final.
Bagi PWI Jombang, kekalahan 5-1 di final bukan akhir dari cerita. Justru dari turnamen itulah lahir banyak cerita: dua gol Rohmadi di semifinal, perjuangan hingga partai puncak, dan tentu saja tendangan jarak jauh Dwi Aris. S yang membuat seorang kiper ikut mencatatkan namanya di papan skor.
Di lapangan, para wartawan boleh saling berhadapan sebagai lawan. Namun setelah peluit panjang berbunyi, yang tersisa adalah tawa, jabat tangan, dan silaturahmi. Sebab kemenangan terbesar dalam turnamen ini bukan hanya soal trofi, tetapi tentang persahabatan yang terbangun di antara sesama insan pers. (her)