JATIMPOS.CO//LAMONGAN - Babinsa Jajaran Kodim 0812/Lamongan menunjukkan kesigapan luar biasa dalam menanggulangi serta mengantisipasi kebakaran lahan pertanian di wilayah Kabupaten Lamongan. Langkah cepat ini diwujudkan melalui penanganan kebakaran lahan sawah serta patroli intensif yang dilakukan secara serentak di dua titik lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Sarirejo dan Kecamatan Sugio. Senin (07/09/2026).

Insiden kebakaran lahan pertama terjadi di area persawahan Dusun Karangaji, Desa Dermolemahbang, Kecamatan Sarirejo. Berdasarkan laporan di lapangan, titik api berawal dari aktivitas pembakaran sisa tanaman kacang hijau yang sudah mati serta jerami kering pascapanen oleh pemilik lahan, H. Abdul Salim. Keringnya vegetasi dan terik cuaca membuat kobaran api cepat meluas hingga menghanguskan lahan pertanian seluas kurang lebih 4 hektare.

Menanggapi kejadian tersebut, anggota Babinsa dari Koramil 0812/25 Sarirejo bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Bersama dengan Kepala Dusun Karangaji dan dua orang warga setempat, personel TNI bahu-membahu melakukan pemadaman serta melokalisasi kobaran api agar tidak merambat semakin luas ke area pemukiman maupun lahan pertanian warga lainnya.

Tidak hanya mengandalkan pemantauan langsung secara visual di lapangan, petugas di wilayah Sarirejo juga memanfaatkan teknologi modern guna memastikan situasi benar-benar aman. Pemantauan pergerakan dan potensi titik api baru dilakukan secara berkala melalui satelit menggunakan Aplikasi SIPONGI, sehingga penanganan dapat berjalan efektif dan terukur.

Berkat respons cepat dari Babinsa Koramil 0812/25 Sarirejo dan warga sekitar, titik api di area persawahan Dusun Karangaji berhasil dipadamkan sepenuhnya. Kondisi di lokasi kini telah dinyatakan aman dan terkendali, tanpa adanya potensi rambatan api susulan yang membahayakan lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, pada hari yang sama, kejadian serupa terjadi di area persawahan Dusun Bogem, Desa Sidobogem, Kecamatan Sugio. Kebakaran di lokasi ini dipicu oleh pembakaran jerami kering (kawol damen) sisa panen oleh pemilik lahan, Kasuwan. Aktivitas pembakaran yang meluas tersebut sempat menimbulkan satu titik api dan melahap area lahan pertanian setidaknya seluas 1 hektare.

Mendapat informasi mengenai keberadaan titik api tersebut, anggota Babinsa Koramil 0812/13 Sugio segera turun ke lokasi bersama Kepala Dusun Bogem dan warga setempat. Sinergi antara Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat ini menjadi kunci utama dalam melokalisasi serta memadamkan kobaran api di lahan sawah tersebut secara cepat dan tepat.

Sama halnya dengan penanganan di Kecamatan Sarirejo, Babinsa Koramil 0812/13 Sugio juga menggelar patroli intensif berbasis pemantauan visual serta pemantauan satelit SIPONGI. Hasil dari kesigapan gabungan ini memastikan bahwa seluruh titik api di area sawah Dusun Bogem telah berhasil dipadamkan total hingga tidak tersisa.

Sebagai langkah preventif pascakejadian, para Babinsa di kedua wilayah tersebut langsung memberikan sosialisasi dan imbauan edukatif secara persuasif kepada para pemilik lahan dan petani sekitar. Petani diminta untuk tidak lagi membakar jerami, batang kacang hijau, maupun limbah pertanian kering secara sembarangan, mengingat risiko kebakaran yang sangat tinggi di musim kering.

Penanganan cepat dan tindakan edukatif yang dilakukan oleh Koramil 0812/25 Sarirejo dan Koramil 0812/13 Sugio ini mendapat apresiasi positif dari warga masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya menjaga stabilitas keamanan dan lingkungan, tetapi juga memberikan rasa aman serta wawasan penting mengenai bahaya pembakaran lahan secara liar. (Iswt)