JATIMPOS.CO//PASURUAN - Setelah lebih dari enam bulan ditutup untuk pembangunan, Jembatan Buk Wedi di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Pasuruan, kembali dibuka untuk seluruh kendaraan, Kamis (10/9/2026) pagi. Sejak sekitar pukul 06.00 WIB, kendaraan berat hingga sepeda motor mulai melintasi jembatan yang menjadi bagian penting jalur Pantura Surabaya-Banyuwangi.
Pantauan di lokasi menunjukkan kendaraan besar, bus, angkutan umum, mobil pribadi, hingga sepeda motor telah menggunakan akses tersebut. Dibukanya jalur ini sekaligus mengembalikan konektivitas lalu lintas setelah selama pembangunan kendaraan dialihkan melalui Jalur Lingkar Selatan (JLS).
Penutupan Jembatan Buk Wedi berlangsung sejak awal April 2026. Pekerjaan yang dilakukan meliputi peninggian dan penggantian struktur jembatan sebagai bagian dari peningkatan kualitas infrastruktur pada jalur Pantura.
Pelaksana pekerjaan, Ismail, memastikan seluruh pekerjaan konstruksi telah diselesaikan. Ia menyebut progres proyek mencapai 100 persen dan pelaksanaan di lapangan telah disesuaikan dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak.
"Progres pekerjaan sudah mencapai 100 persen. Seluruh pekerjaan yang menjadi bagian dari kontrak sudah kami selesaikan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan," kata Ismail.
Menurut Ismail, sebelum jembatan dibuka untuk umum, struktur terlebih dahulu menjalani pengujian beban. Tahapan tersebut dilakukan untuk mengetahui kesiapan dan kemampuan struktur dalam menerima beban kendaraan yang akan melintas.
"Kemarin sudah dilakukan uji beban oleh pihak terkait. Jadi sebelum difungsikan, jembatan terlebih dahulu dipastikan kesiapan konstruksinya," ujarnya.
Salah satu perubahan signifikan pada jembatan baru ialah peninggian elevasi sekitar tiga meter dibandingkan struktur sebelumnya. Konstruksi tersebut dirancang untuk memberikan ruang aliran yang lebih besar bagi Sungai Petung.
Ismail menjelaskan, peninggian jembatan tidak hanya berkaitan dengan aspek konstruksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi potensi genangan di kawasan Blandongan. "Jembatan ini secara struktur ditinggikan sekitar tiga meter. Tujuannya salah satunya untuk memberikan ruang aliran yang lebih baik sehingga diharapkan dapat mengurangi potensi banjir di Blandongan," tuturnya.
Dengan seluruh pekerjaan utama dinyatakan selesai, penyedia memastikan tidak ada lagi pekerjaan konstruksi yang akan mengganggu lalu lintas setelah jembatan difungsikan. "Tidak ada pekerjaan lanjutan yang mengganggu arus kendaraan. Semuanya sudah selesai," kata Ismail.
Meski pembangunan telah rampung, tanggung jawab penyedia belum berakhir. PT Pesona Sakti Indonesia masih memiliki kewajiban pemeliharaan terhadap hasil pekerjaan setelah dilakukan serah terima pekerjaan pertama.
Masa pemeliharaan ditetapkan selama 365 hari sejak serah terima pekerjaan pertama. Dalam periode tersebut, penyedia bertanggung jawab menjaga kondisi hasil pekerjaan agar tetap sesuai dengan ketentuan kontrak.
Ismail menegaskan, pihaknya sebagai penyedia pekerjaan akan menjalankan kewajiban tersebut selama masa pemeliharaan. "Kami dari pihak penyedia, PT Pesona Sakti Indonesia, tetap bertanggung jawab selama masa pemeliharaan sesuai ketentuan kontrak," ujarnya.
Kini kendaraan dari arah Surabaya maupun Banyuwangi dapat kembali menggunakan jalur utama Pantura Kota Pasuruan. Pengendara tidak lagi harus melewati JLS untuk melintasi kawasan Jembatan Buk Wedi.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, Hermanto, mengatakan dibukanya kembali jembatan tersebut diharapkan segera memulihkan kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi kendaraan di jalur Pantura.
"Jembatan yang ditinggikan ini diharapkan bisa mengurangi potensi banjir sekaligus membuat arus lalu lintas kembali lancar," kata Hermanto. (sahal)