JATIMPOS.CO/TRENGGALEK — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menyerahkan secara simbolis pembangunan sembilan tower Telkomsel di Kabupaten Trenggalek, Kamis (12/2/2026). Infrastruktur tersebut dibangun di sejumlah titik wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan sinyal, salah satunya di Desa Siki, Kecamatan Dongko.

Novita menyampaikan, pembangunan tower tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses komunikasi di daerah blank spot. Di Kecamatan Dongko, terdapat tiga titik baru yang kini telah terpasang melalui kemitraan dengan Telkomsel.

“Hari ini kita menyerahkan bantuan 9 tower di Kabupaten Trenggalek. Di Kecamatan Dongko sendiri ada 3 titik sinyal baru yang dibangun melalui kemitraan dengan Telkomsel,” ujarnya.

Ia menambahkan, perluasan jaringan diharapkan mendukung pelayanan publik, kegiatan pendidikan, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang membutuhkan akses internet.

Novita juga menjelaskan alasan menggandeng Telkomsel dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Menurutnya, sebagai badan usaha milik negara (BUMN), Telkomsel perlu diperkuat dalam pengembangan layanan telekomunikasi nasional.

“Kita harus bangga dan menguatkan BUMN. Memang ada tawaran dari brand lain seperti Starlink, namun saya mendorong agar BUMN kita yang berkarya dan berjaya di rumah sendiri,” tegasnya.

Ia mencontohkan pengalaman warga yang sebelumnya mengalami kendala akses internet saat mengurus administrasi kependudukan. “Semoga ini bisa mempercepat layanan masyarakat,” katanya.

Novita menyebut aspirasi pembangunan jaringan di wilayah blank spot telah ia perjuangkan sejak awal keterlibatannya dalam politik. Saat ini, sebagai anggota Komisi VII DPR RI, ia menyatakan akan terus mendorong pemerataan akses telekomunikasi di daerah.

Sementara itu, Branch Manager Telkomsel Wilayah Madiun dan Trenggalek menjelaskan bahwa sembilan tower tersebut merupakan tambahan dari infrastruktur yang telah ada sebelumnya.

“Seperti yang disampaikan Ibu Novita Hardini, ada 9 titik baru. Total saat ini terdapat 146 titik tower Telkomsel di Trenggalek. Penambahan ini difokuskan pada area yang sebelumnya belum ada sinyal atau kualitasnya kurang baik. Mudah-mudahan bisa memberi manfaat lebih bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan penambahan tersebut, diharapkan akses komunikasi di sejumlah wilayah Trenggalek semakin membaik dan mendukung pelayanan publik serta aktivitas ekonomi warga. (ard)