JATIMPOS.CO/SURABAYA — Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur digelar di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (4/5/2026).

Selain menampilkan prestasi siswa, kegiatan ini juga diisi penyerahan tanda kehormatan kepada pendidik yang telah mengabdi puluhan tahun.

Dalam amanatnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara khusus menyoroti keunikan formasi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di Grahadi tahun ini.

“Baru kali ini ada upacara di mana pengibar bendera ini terintegrasi antara murid-murid SD, SMP, dan SMA. Dan komandan paskibranya adalah siswi sekolah dasar,” katanya.

Hal ini, menurut Khofifah, menjadi bukti nyata keberhasilan program peningkatan gizi anak-anak di Jawa Timur.

"Tadi Pak Pangdam dan Pak Kapolda menyampaikan, hari ini sudah susah kalau tidak dibedakan dengan seragam, karena tingginya hampir sama antara SD, SMP, SMA. Artinya, gizi anak-anak sekolah kita makin hari makin membaik," ujar Khofifah.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan capaian siswa-siswi di Jawa Timur dalam penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Ia menyebut capaian ini sebagai langkah persiapan Jawa Timur untuk menjadi penyuplai sumber daya manusia unggul.

"Syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala bahwa proses pendidikan di Jawa Timur berjalan dengan baik, produktif, dan insyaallah selama tujuh tahun berturut-turut dari SMA, SMK negeri dan swasta, serta Aliyah di Jawa Timur bisa diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes tujuh tahun berturut-turut," kata Khofifah.

"Jawa Timur insyaallah hari ini dan yang akan datang kita bersiap menjadi lumbung talenta nasional. Raw input-nya bisa kita siapkan dari lumbung talenta yang ada di Jawa Timur," tambahnya.

Capaian para siswa tersebut, lanjut Khofifah, tidak lepas dari sinergi dan dedikasi para guru serta kepala sekolah. Sebagai wujud apresiasi negara, dalam rangkaian upacara tersebut dilakukan penyematan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada tiga perwakilan pendidik.

Ketiga penerima tanda kehormatan tersebut adalah Fathul Arifin, S.Pd., M.M. (Guru Ahli Madya SMA Negeri 1 Sidayu Gresik) atas pengabdian 30 tahun; Nurhadi, S.Pd., M.Pd. (Guru Ahli Madya SMA Negeri 1 Rejoso Nganjuk) atas pengabdian 20 tahun; dan Maskurotun Nikmah, S.Pd. (Pengawas Sekolah Ahli Muda Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo) atas pengabdian 10 tahun.

Selain itu, Pemprov Jatim juga menganugerahkan Lencana Penghargaan "Jer Basuki Mawa Beya" kepada 19 tokoh dan insan pendidikan.

"Prestasi adalah proses yang harus terus dirawat, ditingkatkan dan diperluas. Kita harus memastikan bahwa kesempatan berprestasi ini dapat dirasakan oleh seluruh anak Jawa Timur tanpa terkecuali," tutup Khofifah. (zen)