JATIMPOS.CO/MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, khususnya terkait penanganan sampah rumah tangga. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi program Budaya RT Berseri yang digelar di Kelurahan Prajurit Kulon, Senin (9/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan pentingnya mengaktifkan kembali bank sampah di tingkat RW sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menyampaikan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat mulai dari lingkungan rumah tangga.

“Program Budaya RT Berseri ini bertujuan membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, termasuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah,” ujar Ning Ita.

Ia menjelaskan, gerakan tersebut juga selaras dengan program nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto guna menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Menurutnya, setiap rumah tangga di Kota Mojokerto rata-rata menghasilkan sekitar 0,6 kilogram sampah setiap hari. Jika tidak dikelola dengan baik, seluruh sampah tersebut akan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Padahal, apabila masyarakat melakukan pemilahan sejak dari rumah, sebagian besar sampah sebenarnya masih dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang atau disalurkan ke bank sampah.

“Kalau pengelolaan dilakukan dari sumbernya, seharusnya hanya sekitar 20 persen saja yang masuk ke TPA. Sisanya bisa dikelola melalui pemilahan maupun bank sampah,” jelasnya.

Berdasarkan hasil evaluasi dari tim penilai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam program Adipura, tercatat terdapat 198 bank sampah di Kota Mojokerto. Namun, hanya 88 di antaranya yang saat ini masih aktif beroperasi.

Karena itu, Ning Ita menegaskan pentingnya menghidupkan kembali bank sampah di setiap RW agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Melalui sosialisasi Budaya RT Berseri ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan bank sampah demi mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman. ( din)