JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Ribuan pencari kerja memadati Pendapa Ronggo Djoemeno Caruban Kabupaten Madiun, pada Rabu (7/5/2025) dalam acara Job Fair 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun. Kegiatan ini diikuti 78 perusahaan dari berbagai sektor industri, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Balai Latihan Kerja (BLK) partisipan serta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Imam Nurwedi mengatakan, bahwa job fair yang digelar selama dua hari, mulai 7 - 8 Mei 2025 ini merupakan upaya Pemkab Madiun untuk menekan angka pengangguran, terutama di kalangan lulusan baru.

"Keseluruhan yang ikut berpartisipasi ada 78 perusahaan. Kemudian dari total 78 itu, ada 56 dari industri yang melakukan perekrutan secara offline sebanyak 42 perusahaan dan sisanya 14 perusahaan secara online," ujarnya.

Para pencari kerja tampak antusias memanfaatkan kesempatan ini. Banyak dari mereka datang sejak pagi hari dengan membawa berkas lamaran lengkap. Beberapa perusahaan juga langsung mengadakan sesi wawancara di tempat, sehingga memberikan peluang kerja yang lebih cepat dan efisien.

Job fair yang berlangsung selama dua hari ini terbuka untuk umum. Pemkab Madiun pun berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin sebagai jembatan antara pencari kerja dan dunia industri.

"Pelaksanaan job fair tahun ini lebih luas, karena banyak bidang-bidang yang ikut berpartisipasi dalam job fair. Kalau tahun kemarin itu kita hanya pada sektor industri, tahun ini kita sudah melibatkan P3MI dan BLK dalam rangka mendukung pengentasan pengangguran," jelasnya.

Menurutnya, dalam job fair 2025 ini ada sekitar 8074 lowongan pekerjaan (lowker), terbagi untuk penempatan Kabupaten/Kota Madiun sejumlah 794 lowker, penempatan dalam provinsi 4.791 lowker, penempatan luar provinsi 1.432 lowker dan luar negeri sebanyak 1.057 lowker.

Sedangkan para pencari kerja ini tidak hanya datang dari Kabupaten Madiun, tapi juga ada yang dari Kota Madiun. Total ada 58 persen berasal dari warga Kabupaten Madiun dan 42 persen dari luar Kabupaten Madiun.

"Alhamdulilah job fair tahun ini diminati oleh banyak masyarakat baik dari Kabupaten Madiun maupun Kota Madiun, terbukti adanya peningkatan. Tentunya semua terbuka, walaupun nanti perusahaan-perusahaan itu akan memaksimalkan tenaga kerja yang dari Kabupaten Madiun," pungkasnya. (jum).