JATIMPOS.CO/TRENGGALEK - Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengungkapkan berbagai inovasi yang tengah disiapkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap air menghadapi potensi kekeringan 2026.
Langkah tersebut diambil menyusul prediksi BMKG yang menyebutkan musim kering tahun ini berpotensi cukup parah.
“Kita mengantisipasi kekeringan yang diprediksi BMKG akan cukup parah. Maka kami memastikan ketahanan pangan, termasuk pengembangan makanan pendamping beras, bisa berjalan,” ujar Gus Ipin di Surabaya, Minggu (12/4/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama partai mulai melakukan sejumlah lompatan inovatif di sektor pangan dan sumber daya air. Salah satunya melalui pengembangan sawah hemat air sebagai upaya efisiensi penggunaan air di sektor pertanian.
Selain itu, Pemkab Trenggalek juga tengah mengembangkan prototipe teknologi mesin penangkap embun yang diharapkan dapat menjadi sumber air alternatif saat musim kemarau.
“Kami sudah memiliki sawah hemat air, dan saat ini sedang melakukan prototyping mesin penangkap embun yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai sumber air ketika kekeringan,” jelasnya.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Pemkab Trenggalek menargetkan dampak kekeringan yang selama ini kerap melanda wilayah tersebut dapat diminimalkan.
“Mudah-mudahan Trenggalek yang selama ini sering dihantui kekeringan bisa kita kurangi dampaknya, baik melalui pemerintah daerah maupun partai,” pungkasnya. (Ard)
