JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN– Pemerintah Kabupaten Madiun mulai memperkenalkan Sekolah Rakyat kepada masyarakat melalui kegiatan open house di kompleks Sekolah Rakyat, Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi tahap awal menjelang operasional sekolah berasrama gratis yang ditargetkan dimulai pada akhir Juli 2026.
Ratusan calon siswa bersama orang tua dari jenjang SD, SMP, dan SMA, baik dari Kabupaten Madiun maupun Kabupaten Ponorogo, mengikuti kegiatan tersebut. Mereka diajak melihat langsung fasilitas sekolah, sistem pembelajaran, hingga konsep pendidikan berkarakter yang akan diterapkan.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, pembangunan fisik Sekolah Rakyat telah mencapai sekitar 92 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Juli 2026.
"Insyaallah tanggal 31 Juli semuanya sudah siap. Persiapan guru dan siswa juga sudah hampir penuh, tinggal jenjang SD yang masih membutuhkan tambahan peserta didik," ujar Hari Wur, panggilan akrab Bupati Madiun.
Menurut dia, minat masyarakat untuk mendaftarkan anak pada jenjang SD masih belum optimal karena sebagian orang tua belum siap melepas anak tinggal di asrama. Namun, ia optimistis jumlah pendaftar akan bertambah setelah masyarakat mengetahui fasilitas dan pola pembinaan yang disediakan.
Seluruh kebutuhan siswa akan dipenuhi secara gratis, mulai dari tempat tinggal, makan dan minum, perlengkapan sekolah, seragam, hingga sepatu. Pemerintah juga menyiapkan guru bantu selama tiga bulan pertama sambil menunggu penempatan tenaga pendidik dari Kementerian Sosial.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widian mengatakan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat juga berlangsung di daerah lain. Dari 18 Sekolah Rakyat yang dibangun di Jawa Timur, rata-rata progres pembangunan telah melampaui 91 persen dan ditargetkan siap beroperasi pada akhir Juli 2026.
Selain menyiapkan pendidikan gratis, pemerintah juga akan menjalankan program pendampingan bagi keluarga siswa melalui pemberdayaan ekonomi dan perlindungan jaminan sosial. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung upaya percepatan penurunan angka kemiskinan.
Berdasarkan data panitia, hingga pelaksanaan open house, calon siswa jenjang SD baru mencapai 32 anak dari target 90 siswa. Sementara itu, kuota SMP telah terpenuhi dengan 90 calon siswa, sedangkan jenjang SMA tercatat 85 calon siswa dari target 90 siswa.
Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun juga akan menampung 90 calon siswa asal Kabupaten Ponorogo. Melalui kegiatan open house ini, pemerintah berharap masyarakat semakin mengenal konsep dan kesiapan fasilitas sekolah sebelum resmi beroperasi pada akhir Juli 2026. (jum).