JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Pemerintah Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, memperkuat sinergi lintas sektor untuk menyiapkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai bagian dari menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Upaya tersebut dibahas dalam Sarasehan bersama Bupati dan Wakil Bupati Madiun yang digelar di Balai Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Jumat (21/8/2026). Kegiatan itu diikuti unsur Forkopimcam Kebonsari, kepala desa se-Kecamatan Kebonsari, KUA, puskesmas, PLKB, tenaga kesehatan, TP PKK, bidan, serta kader kesehatan desa.

Camat Kebonsari Mukhlis Sarengat mengatakan, pembentukan generasi berkualitas tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Karena itu, diperlukan persamaan sikap dan langkah dari seluruh sektor yang terlibat.

“Semua elemen kita hadirkan untuk mendapatkan pencerahan bagaimana kita membangun bersama, menjaga, dan menciptakan generasi berkualitas, khususnya di Kecamatan Kebonsari,” ujar Mukhlis Sarengat.

Menurut dia, sinergi tersebut penting karena generasi saat ini merupakan penerus kepemimpinan pada masa mendatang. Karena itu, pemerintah bersama masyarakat perlu menyiapkan estafet kepemimpinan sejak dini.

Para peserta sarasehan bersama Wakil Bupati Madiun dalam rangka memperkuat sinergi lintas sektor untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas dan berkualitas di wilayah Kecamatan Kebonsari.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi dalam paparannya menjelaskan strategi koordinasi lapangan dan pemberdayaan masyarakat lintas sektor untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas.

Dokter Pur, panggilan akrab Wabup Madiun ini menjelaskan, Indonesia diproyeksikan mengalami bonus demografi pada 2045, ketika sekitar 70 persen penduduk berada dalam usia produktif. Namun, bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan jika penduduk usia produktif memiliki kesehatan, pendidikan, keterampilan, dan kualitas sumber daya manusia yang baik.

“Bonus demografi akan memberikan keemasan Indonesia kalau usia produktifnya punya skill dan kemampuan,” kata Dokter Pur.

Menurut dia, sejumlah program strategis pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat, berkaitan dengan upaya menyiapkan sumber daya manusia menghadapi kondisi tersebut. Pemenuhan gizi sejak masa pertumbuhan menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk generasi yang sehat.

Dokter Pur juga menekankan pentingnya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi dan pemberdayaan masyarakat, termasuk melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Stunting, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan anak yang mencakup kemampuan sensorik, motorik, dan kognitif.

Sarasehan tersebut diharapkan menjadi ruang menyamakan langkah antarunsur pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat di Kecamatan Kebonsari agar upaya membangun generasi sehat, cerdas, dan berkualitas dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. (jum).