JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN — Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyambut langsung 42 pelajar SD dan SMP Istana Bina Bangsa School Tulungagung yang mengikuti program Eduspoor KAI Daop 7 Madiun, Rabu (16/9/2026). Para siswa diajak mengenal transportasi kereta api sekaligus sejarah Kota Madiun.
Kegiatan yang digelar PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun tersebut menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami perjalanan kereta api, profesi di lingkungan perkeretaapian, serta pentingnya keselamatan sejak usia dini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan perjalanan menggunakan KA Malabar dari Stasiun Tulungagung menuju Stasiun Madiun. Setibanya di Stasiun Madiun, peserta disambut jajaran manajemen KAI Daop 7 Madiun, di antaranya Manajer Angkutan Penumpang Asih Purwati, Manajer Komersial Non-Angkutan Cicih, dan Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari.
Para pelajar kemudian dikenalkan dengan berbagai profesi di stasiun, mulai dari customer service, petugas loket, keamanan, hingga petugas operasional. Mereka juga mendapat penjelasan mengenai pembelian tiket melalui aplikasi resmi KAI, proses boarding, serta fasilitas layanan di stasiun dan kereta.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari turut memberikan edukasi keselamatan. Materinya mencakup larangan bermain di jalur rel, bahaya vandalisme seperti pelemparan batu ke kereta, serta kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang.
“Keselamatan adalah nilai mutlak yang harus ditanamkan secara berkelanjutan sejak usia dini,” ujar Tohari.
Usai mengikuti edukasi di Stasiun Madiun, para peserta melanjutkan kegiatan bersama Pemkot Madiun. Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyambut para siswa dan mendampingi rangkaian kunjungan mereka di kawasan Balai Kota Madiun.
Menggunakan bus wisata Mabour, Bagus Panuntun mengajak para peserta mengenal lebih dekat sejarah Kota Madiun. Para siswa mendapat penjelasan mengenai sejarah Balai Kota, wali kota yang pernah memimpin Madiun, hingga sejumlah kekayaan dan kuliner khas daerah.
Kehadiran Plt Wali Kota Madiun dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi KAI Daop 7 dengan Pemkot Madiun dalam menghadirkan wisata edukasi yang memadukan transportasi, sejarah, dan pengenalan potensi daerah kepada pelajar.
Kegiatan dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan pemberian suvenir. KAI berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kereta api sekaligus mendorong mereka menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Kami mengambil langkah proaktif menyasar generasi muda secara berkesinambungan. Harapannya, para siswa dapat turut serta menjaga sarana dan prasarana KA sebagai aset bangsa, sehingga tercipta perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat bagi semua,” kata Tohari. (jum).