JATIMPOS.CO.KABUPATEN MADIUN — Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan, sinergi antara ulama dan pemerintah menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan berkarakter kuat.
Pernyataan itu disampaikan Hari Wuryanto saat menghadiri Ziarah Auliya Sewulan di Masjid Al Basyariyah, Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan PCNU Kabupaten Madiun tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Hari Wur mengatakan, Pemerintah Kabupaten Madiun tidak dapat berjalan sendiri dalam melaksanakan pembangunan tanpa bimbingan, doa, dan dukungan para kiai serta ulama.
“Melalui momentum Hari Santri Nasional ini, marilah kita bersama-sama memperkuat kolaborasi dalam membangun sumber daya manusia Kabupaten Madiun yang berakhlakul karimah, berdaya saing, dan berkarakter kuat,” ujarnya.
Menurut Hari Wur, ziarah ke makam para auliya dan ulama bukan sekadar tradisi rutin, melainkan sarana untuk mengingat kembali perjuangan, keikhlasan, dan keilmuan para pendahulu dalam menyebarkan agama Islam.
Ia menegaskan, para ulama terdahulu tidak hanya mengajarkan syariat dan tauhid, tetapi juga meletakkan fondasi nilai kebangsaan, persatuan, serta cinta tanah air.
“Para ulama dan pendahulu kita tidak hanya mengajarkan syariat dan tauhid, tetapi juga menanamkan fondasi nilai kebangsaan, persatuan, dan cinta tanah air,” kata Hari Wur.
Ia juga menilai santri memiliki peran strategis dalam menyongsong Indonesia Emas. Selain menjadi benteng moral untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui nilai disiplin, toleransi, dan keikhlasan, santri diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang menguasai ilmu agama, teknologi, dan kewirausahaan.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Madiun KH Muhammad Munir mengatakan, ziarah ke makam Kyai Ageng Basyariyah Sewulan menjadi pembuka rangkaian kegiatan HSN 2026. Tahun ini, jadwal ziarah ke Sewulan dan Kuncen dipisahkan agar warga Nahdlatul Ulama (NU) dapat mengikuti kedua kegiatan tersebut secara maksimal.
Selain ziarah, PCNU Kabupaten Madiun menyiapkan sejumlah agenda sosial dan keagamaan, antara lain pengobatan dan tes kesehatan massal, sima'an Al-Qur'an, serta aksi bersih-bersih masjid dan musala secara serentak.
Puncak peringatan HSN 2026 dijadwalkan pada 22 Oktober melalui Apel Hari Santri di halaman Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, yang akan dirangkai dengan pasar murah.
Kegiatan Ziarah Auliya Sewulan berlangsung dengan rangkaian salat Asar berjamaah, istighotsah yang dipimpin Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Madiun Dr. KH Mustofa Ibrahim, serta tahlil dan doa bersama di makam Kyai Ageng Basyariyah. Bupati Madiun Hari Wuryanto hadir bersama Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi dan jajaran pengurus NU serta ratusan jemaah. (jum).