JATIMPOS.CO/KABUPATEN JEMBER - Kampanyekan program pencegahan suap/gratifikasi kepada pemangku kepentingan termasuk Lembaga Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur menggandeng Pemerintah Kabupaten Jember, gelar Talkshow 'Ayo Ngopi' (Ayo Ngembangno Kompetensi).
Acara ini digelar khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Sekar Kijang (Se-Karesidenan Besuki dan Lumajang). Sekitar 300 orang peserta dari Pemerintah Kabupaten Jember ikut secara Luring dan hampir 11.000 orang peserta hadir melalui Channel YouTube maupun virtual meeting Zoom, dari 4 Kabupaten di wilayah kerja OJK Jember yang meliputi Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo dan Lumajang.
Dalam sambutannya Yunita Kepala OJK Provinsi Jawa Timur mengatakan Talkshow Penguatan Integritas yang mengusung tema 'Kolaborasi Cerdas Bangun Integritas Untuk Mewujudkan Pelayanan Publik Yang Berkualitas' di Jember.
“Keberhasilan suatu organisasi sangat bergantung pada penerapan prinsip tata kelola yang efektif dan ditopang oleh nilai-nilai integritas yang kuat. Kedua elemen tersebut menjadi pondasi penting dalam membangun struktur organisasi yang kredibel dan berkelanjutan” kata Yunita, Rabu (02/07/2025).
Ia menyampaikan bahwa integritas adalah pondasi, dan kolaborasi adalah kekuatan, diharapkan OJK bersama dengan seluruh stakeholder menjaga nilai-nilai tersebut dalam membangun sektor jasa keuangan yang tangguh dan berkelanjutan.
“Selain itu, dalam rangka tugas baru pasca Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UUP2SK) terkait pengembangan ekonomi daerah, peran Kantor OJK di daerah diperkuat untuk meningkatkan kontribusi dalam mengembangkan ekosistem pembiayaan untuk komoditas unggulan daerah, dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan rantai pasok’’ ulas Yunita.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, secara daring manyampaikan bahwa segenap jajaran ASN Jember antusias untuk mengikuti acara Ayo Ngopi untuk “Jember baru Jember maju” dari segi perekonomian.
“ASN wajib menjaga integritas dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas yang mampu memberikan dampak terhadap pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait.
Selain itu, Gus Fawait juga mengajak semua lembaga vertikal termasuk OJK dan Bank Indonesia untuk membuat desa/kecamatan tematik yang akan mengembangkan satu komoditas dan menggandeng akademisi untuk mengawal produk-produk unggulan desa yang diharapkan dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.
"Kami mengajak semua lini, baik OJK dan pihak perbankan untuk mengembangkan satu komoditas di wilayah Kabupaten Jember yang nantinya bisa jadi pilot Project pertumbuhan perekonomian dari wilayah pedesaan," lengkapnya.
Kegiatan ini juga bagian dari kampanye mandiri dalam Integrity Fest 2025 dengan menghadirkan beberapa pembicara, yaitu Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron periode 2019-2024, Kepala Inspektorat Pemerintah Kabupaten Jember Ratno C. Sembodo dan Direktur Kepatuhan BPD Jawa Timur Umi Rodiyah. (Ari)