JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER - Antusiasme warga Kabupaten Jember untuk kembali berkumpul bersama keluarga tercinta di kampung halaman, Jelang hari raya Lebaran 1447 H, semakin dimudahkan dengan berbagai kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi. 

Salah satu model transportasi udara menjadi salah satu pilihan favorit bagi para pemudik yang mendambakan perjalanan yang cepat, nyaman, dan aman demi momen silaturahmi yang tak terlupakan.

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan memastikan bahwa koordinasi dengan maskapai dan pihak bandara telah berjalan maksimal untuk melayani lonjakan penumpang. 

Suasana menyambut lebaran kali ini pun semakin lengkap dengan adanya kebijakan yang meringankan kantong para pemudik yang ingin segera mengunjungi orang tua maupun silaturahmi kepada sanak saudara.

"Ada program dari Pemerintah Pusat untuk penurunan harga tiket berkisar 17% sampai 18% untuk kelas ekonomi. Potongan ini terdiri dari pengurangan PPN sebesar 11% dan diskon airport tax bandara sebesar 50%," ujar Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, Rabu (04/03/2026).

Kebijakan diskon tiket ini berlaku untuk keberangkatan pada periode emas mudik, yakni mulai tanggal 14 hingga 29 Maret 2026. Masyarakat yang ingin mendapatkan harga spesial tersebut, pemesanan tiket sudah bisa dilakukan sejak tanggal 10 Februari lalu. 

Kebijakan ini diharapkan mampu memecah kepadatan arus mudik sehingga perjalanan menuju hari raya terasa lebih santai dan menyenangkan.

Pantauan di lapangan menunjukkan rute-rute populer seperti Jember-Jakarta (Halim Perdanakusuma) dan Jember-Bali telah mengalami penurunan harga yang signifikan. Sebagai contoh, tiket rute Jakarta yang biasanya berada di kisaran Rp1,4 juta, kini dapat dinikmati dengan harga Rp1,2 juta saja. 

Penurunan harga ini tentu menjadi angin segar bagi para perantau yang ingin merayakan Idul Fitri dengan lebih hemat namun tetap berkualitas.

"Okupansi untuk tanggal-tanggal favorit seperti 17 Maret dari Jakarta sudah hampir 100 persen. Data seminggu yang lalu saja sudah lebih dari 60 persen kursi yang terisi untuk masa angkutan lebaran," ulasnya.

Meskipun saat ini sedang memasuki fase awal Ramadan yang cenderung tenang atau low season, Dishub Jember memprediksi lonjakan besar akan mulai terjadi pada minggu kedua Maret. 

Gatot Triyono menjelaskan bahwa kesiapan armada seperti Fly Jember dan maskapai lainnya terus dipantau agar tetap prima saat melayani arus mudik maupun arus balik nanti. 

"Kesiapan teknis di Bandara juga menjadi prioritas utama guna menjamin kelancaran arus penumpang yang diprediksi akan terus meningkat mendekati hari H," tambahnya.

Gatot menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi udara di Jember agar ke depannya aksesibilitas menuju Jember semakin maju. 

"Kami sudah siap menyambut masyarakat, koordinasi dengan maskapai dan bandara sudah mantap untuk memastikan perjalanan mudik tahun ini berjalan lancar dan penuh kegembiraan," tutupnya.

Dengan segala persiapan yang matang ini, mudik Lebaran 2026 diharapkan menjadi momen pulang kampung yang penuh sukacita dan kehangatan serta memudahkan masyarakat Kabupaten Jember untuk memilih model Transportasi umum yang bervariasi. (Ari)