JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN – Ratusan usulan pembangunan mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar Pemerintah Kota Pasuruan bersama berbagai pemangku kepentingan.

Dalam forum tersebut, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengungkapkan sebagian besar aspirasi masyarakat masih berkaitan dengan pembangunan infrastruktur Senin 9/3/2026. Dari seluruh usulan yang dihimpun, tercatat 437 usulan berada pada sektor tersebut.

Menurutnya, tingginya permintaan pembangunan infrastruktur tidak terlepas dari cara masyarakat menilai keberhasilan pembangunan yang biasanya dilihat dari hasil nyata di lapangan.

“Masyarakat biasanya melihat pembangunan dari sesuatu yang bisa dilihat dan dirasakan secara langsung, seperti jalan dan infrastruktur lainnya,” ujar Adi Wibowo.

Selain infrastruktur, pemerintah juga mencatat 198 usulan di bidang pembangunan manusia dan 120 usulan pada sektor ekonomi. Seluruh masukan tersebut berasal dari Musrenbang kelurahan, pokok-pokok pikiran DPRD, serta forum pemangku kepentingan yang kemudian diselaraskan dalam perencanaan pembangunan daerah.

Mas Adi menegaskan pembangunan infrastruktur tetap menjadi perhatian, salah satunya melalui rencana penguatan kawasan industri dengan pengembangan Jalur Lingkar Utara (JLU) pada 2027 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Pasuruan.

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya dukungan anggaran dalam merealisasikan berbagai rencana pembangunan. Kondisi fiskal daerah pada 2026 mengalami tekanan setelah berkurangnya dana transfer keuangan daerah serta Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Perencanaan yang baik tetap harus diimbangi dengan dukungan anggaran yang memadai agar program pembangunan dapat berjalan optimal,” katanya.

Ketua DPRD Kota Pasuruan, H Toyib, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal proses perencanaan agar tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pokok-pokok pikiran DPRD yang disampaikan dalam Musrenbang merupakan hasil serapan aspirasi warga di berbagai wilayah.

“Musrenbang menjadi ruang penting untuk menyatukan usulan masyarakat dengan arah pembangunan daerah, sehingga program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Pasuruan, Siti Rochana, menilai Musrenbang menjadi ruang penting untuk menyatukan berbagai aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Melalui forum ini, berbagai masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan dapat diselaraskan sehingga perencanaan pembangunan menjadi lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Pemerintah Kota Pasuruan berharap Musrenbang RKPD 2027 mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang tidak hanya aspiratif, tetapi juga realistis dan selaras dengan visi pembangunan daerah Pasuruan Anugrah. (shl)