JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat bagi para penerima program, tetapi juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah. Salah satunya dirasakan oleh UMKM Koe-Koe yang memproduksi roti di Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso.

UMKM Koe-Koe kini menjadi salah satu mitra yang menyuplai produk roti untuk kebutuhan dapur SPPG Kademangan 2 dalam program MBG. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya melibatkan pelaku usaha lokal dalam mendukung penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.

Pemilik UMKM Koe-Koe, Ajeng, mengaku sangat terbantu dengan adanya program MBG yang turut memberdayakan pelaku usaha kecil di daerah. Menurutnya, keterlibatan UMKM dalam program ini membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan produksi usahanya.

" Alhamdulillah dengan adanya program MBG ini kami sebagai pelaku UMKM merasa sangat terbantu. Selain membantu pemasaran produk, program ini juga memberdayakan masyarakat dan UMKM lokal seperti usaha kami," ujar Ajeng, Rabu (11/03/2026). 

Ia menambahkan, sejak bekerja sama dengan dapur MBG, permintaan roti yang diproduksi usahanya mengalami peningkatan. Hal tersebut tentu berdampak positif bagi perkembangan usahanya serta membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Ajeng juga berharap kerja sama antara UMKM lokal dan dapur MBG dapat terus berjalan sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil yang merasakan manfaatnya.

Sementara itu, Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Kademangan 2, Sekar Ayu Bulan Firdaus, mengatakan bahwa keterlibatan UMKM lokal memang menjadi bagian dari petunjuk yang diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya, dapur MBG tidak hanya fokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di daerah melalui pelibatan pelaku usaha lokal.

" Melibatkan UMKM di sekitar dapur merupakan salah satu petunjuk dari BGN. Jadi kami berupaya menggandeng pelaku usaha lokal agar program ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," Pungkasnya. (Eko)