JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN — Pemerintah Kota Pasuruan menggelar orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Klasikal Tahap I di Gedung Gradhika, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini diikuti 276 peserta, terdiri dari 121 laki-laki dan 155 perempuan, yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menegaskan bahwa orientasi bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari penguatan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.
“Pengembangan kompetensi bukan hanya hak, tetapi juga kewajiban setiap ASN agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang terus berkembang,” katanya.
Mas Adi menambahkan, di era digital saat ini, masyarakat semakin kritis dan membandingkan kualitas pelayanan publik antar daerah. Oleh karena itu, ASN dituntut adaptif, inovatif, dan mampu memberikan layanan cepat, tepat, serta transparan. Ia menekankan penerapan nilai ASN BerAKHLAK—berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif—harus menjadi pedoman dalam setiap tindakan.
“Integritas adalah kunci. Apa yang diucapkan harus sejalan dengan tindakan. Saat ini tidak ada lagi yang bisa ditutupi karena semuanya dapat dipantau secara terbuka,” tegas Wali Kota. Ia juga meminta ASN menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Wali Kota berharap Kota Pasuruan terus berkembang dan menarik lebih banyak investasi. “Kepercayaan investor menjadi indikator bahwa Kota Pasuruan semakin maju. Hal ini harus dijaga bersama melalui kinerja dan pelayanan publik yang prima,” pungkasnya.
Selain Wali Kota, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pasuruan, Supriyanto, menekankan pentingnya disiplin dan komitmen selama orientasi.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat dedikasi PPPK dalam pelayanan masyarakat. Disiplin dalam mengikuti setiap materi akan berdampak langsung pada kualitas kerja mereka,” ujarnya.
Pemerintah Kota juga mendorong ASN untuk meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan lanjutan sebagai bagian dari investasi SDM, mengingat keterbatasan sumber daya alam daerah. Seorang peserta orientasi, Dwi Santoso, mengaku termotivasi mengikuti program ini.
“Saya merasa mendapat banyak wawasan baru tentang pelayanan publik dan pentingnya integritas dalam pekerjaan,” kata Dwi. (shl)
