JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Panen raya semangka dan melon di Kabupaten Bondowoso membawa angin segar bagi petani lokal. Setelah sempat anjlok akibat isu larangan buah potong untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), harga semangka kini kembali bergerak naik dan memberi keuntungan bagi petani.

Sejumlah lahan pertanian di Kelurahan Nangkaan mulai memasuki masa panen dengan hasil produksi yang cukup melimpah. Dalam satu hektare lahan, petani mampu menghasilkan hingga 25 ton semangka.

Haryanto, pengepul buah semangka dan melon di Bondowoso, mengatakan kehadiran program MBG memberi dampak positif terhadap pergerakan harga buah di tingkat petani.

Menurut dia, sebelum adanya program tersebut, harga semangka sempat jatuh hingga Rp3.000 sampai Rp3.500 per kilogram sehingga banyak petani mengalami kerugian.

" Dulu harga semangka jatuh dan petani banyak rugi. Setelah ada program MBG ini harga mulai terdongkrak lagi, terutama untuk petani lokal Bondowoso," kata Haryanto, Senin (18/05/2026).

Ia mengaku sempat menerima informasi bahwa buah potong tidak diperbolehkan untuk kebutuhan MBG. Isu tersebut membuat harga buah kembali turun di pasaran.

Namun, kondisi itu kini mulai membaik dan harga semangka kembali bergerak normal. Haryanto menyebut permintaan pasar luar daerah juga ikut membantu menjaga stabilitas harga hasil panen petani.

Selain memenuhi kebutuhan lokal, pihaknya juga memasok buah ke sejumlah daerah seperti Yogyakarta, Surabaya, Bali, Mataram hingga Jakarta.

" Kalau untuk MBG sendiri saat ini sekitar 15 persen dari total suplai kami. Itu pun belum mencakup seluruh wilayah Bondowoso," ujarnya.

Sementara itu, petani semangka asal Kelurahan Nangkaan, Agus Budianto, mengatakan modal tanam semangka untuk lahan seluas satu hektare mencapai sekitar Rp70 juta.

Dengan masa tanam sekitar 63 hari, petani harus menghadapi berbagai tantangan mulai dari hama trips, daun keriting hingga penyakit daun menguning yang dapat memengaruhi hasil panen.

Meski demikian, Agus mengaku hasil panen tahun ini cukup menjanjikan. Dari satu hektare lahan, produksi semangka bisa mencapai 25 ton dengan harga jual berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram.

" Kalau harga minimal Rp10 ribu per kilo, petani baru bisa dapat untung yang layak. Dari modal Rp70 juta bisa ada keuntungan sekitar Rp30 juta," kata Agus.(Eko)