JATIMPOS.CO//KOTA PASURUAN – Pemerintah Kota Pasuruan memperkuat kapasitas pelaku usaha perikanan melalui pelatihan teknis yang digelar 13–15 Agustus 2026 di Sidoarjo. Program tersebut menyasar pembudidaya, petambak, pengolah dan pemasar hasil perikanan, serta nelayan.

Pelatihan digelar Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Pasuruan dengan materi berbeda sesuai bidang usaha peserta. Materi meliputi pembenihan lele, pengelolaan tambak bandeng, diversifikasi olahan hasil perikanan, hingga penerapan sistem rantai dingin bagi nelayan.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Pasuruan Muallif Arif mengatakan pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan teknis pelaku usaha agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan perikanan.

“Pelatihan ini kami berikan sesuai bidang usaha masing-masing, sehingga peserta mendapatkan keterampilan yang bisa langsung diterapkan dalam kegiatan perikanan,” ujar Muallif saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).

Untuk sektor budidaya air tawar, sebanyak 50 pembudidaya mengikuti pelatihan pembenihan ikan lele. Peserta mendapatkan materi mengenai proses produksi benih serta teknik yang berkaitan dengan kegiatan pembenihan.

Sementara pada sektor air payau, sebanyak 50 petambak bandeng Kota Pasuruan mengikuti pelatihan pengelolaan tambak tradisional. Materi diberikan sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas usaha peserta di lapangan.

Dinas juga memberikan pelatihan diversifikasi olahan produk perikanan kepada 50 pengolah dan pemasar binaan. Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mengembangkan produk berbahan dasar hasil perikanan.

Diversifikasi produk dinilai penting untuk memperluas pilihan komoditas yang dapat dipasarkan. Pengolahan hasil perikanan juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha.

Analisis Akuakultur Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Pasuruan, Septa, mengatakan pembagian materi dilakukan berdasarkan karakteristik masing-masing peserta. Dengan demikian, pembekalan dapat lebih fokus pada kebutuhan usaha.

“Untuk air tawar, kami memberikan materi pembenihan lele bagi 50 pembudidaya. Sedangkan air payau, materinya pengelolaan tambak tradisional untuk 50 petambak bandeng Kota Pasuruan,” kata Septa.

Sementara itu, 50 nelayan Kota Pasuruan mengikuti pelatihan pengelolaan sistem rantai dingin atau cold chain system. Materi tersebut berkaitan dengan penanganan hasil tangkapan setelah ikan didaratkan.

Penerapan sistem rantai dingin menjadi bagian penting dalam menjaga mutu hasil perikanan. Penanganan yang tepat dapat mempertahankan kesegaran produk sebelum memasuki proses distribusi dan pemasaran.

Septa menjelaskan nelayan dibekali pengetahuan mengenai tahapan penanganan hasil tangkapan agar kualitas komoditas tetap terjaga.

“Untuk nelayan, pelatihan pengelolaan sistem rantai dingin diikuti 50 orang. Mereka dibekali pengetahuan mengenai penanganan hasil tangkapan agar kualitasnya tetap terjaga,” pungkasnya.

Pemkot Pasuruan berharap peningkatan kompetensi tersebut berdampak pada kualitas produksi dan pengelolaan usaha perikanan. Pelatihan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia agar sektor perikanan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. (shl)