JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN – Muhammad Hidayat, wartawan Memorandum, resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan Raya periode 2026 melalui Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Pendopo Bupati Pasuruan, Jalan Alun-alun Kota Pasuruan, Sabtu (29/8/2026).
Hidayat ditetapkan secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya kandidat yang memenuhi persyaratan pencalonan hingga sidang pleno berlangsung. Sebanyak 11 anggota PWI yang memiliki hak suara hadir dan menyepakati penetapan tersebut.
Pemimpin sidang pleno Konfercab PWI Pasuruan Raya, Machmud Suhermono, menjelaskan bahwa calon tunggal tetap dapat ditetapkan sebagai ketua sepanjang seluruh ketentuan organisasi telah dipenuhi.
“Walaupun hanya ada calon tunggal, sepanjang memenuhi persyaratan sesuai peraturan organisasi, tetap sah untuk ditetapkan sebagai ketua,” ujar Machmud dalam sidang pleno.
Menurut dia, mekanisme pemilihan pada Konfercab kali ini berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Setiap kandidat diwajibkan mendaftarkan diri terlebih dahulu dengan melengkapi persyaratan yang ditetapkan PWI Pusat.
Setelah dokumen pencalonan diterima, tahapan berikutnya berupa verifikasi kelayakan. Kandidat yang dinyatakan memenuhi seluruh ketentuan baru dapat mengikuti proses pemilihan ketua.
Machmud mengatakan, berdasarkan laporan panitia konferensi hingga sidang dimulai, hanya Muhammad Hidayat yang tercatat mengajukan pendaftaran sebagai calon ketua.
“Dalam laporan panitia sampai sidang dimulai, hanya satu nama yang mendaftarkan diri, yakni Muhammad Hidayat,” katanya.
Setelah tata tertib konfercab dibacakan dan disepakati, 11 peserta yang mempunyai hak suara menyatakan persetujuan terhadap mekanisme aklamasi. Pimpinan sidang kemudian menetapkan Muhammad Hidayat sebagai Ketua PWI Pasuruan Raya terpilih.
Dalam kesempatan tersebut, Hidayat menyampaikan bahwa kepemimpinan baru harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh anggota. Ia menilai soliditas internal merupakan fondasi penting dalam menjaga eksistensi dan kehormatan organisasi kewartawanan.
“Membangun PWI harus dilakukan bersama-sama agar marwah organisasi tetap terjaga,” kata Hidayat.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi serta kolaborasi antarwartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Menurut Hidayat, hubungan yang baik di antara anggota diperlukan untuk memperkuat profesionalisme sekaligus menjaga kualitas kerja jurnalistik di wilayah Pasuruan Raya.
“Kita harus menjaga komunikasi dan membangun kolaborasi dalam menjalankan tugas jurnalistik,” pungkasnya. (shl)