JATIMPOS.CO//PASURUAN – Pemerintah Kota Pasuruan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu (9/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, ASN diingatkan mengenai amanah dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Peringatan dihadiri Wali Kota Pasuruan Dr. H. Adi Wibowo, Wakil Wali Kota H. Mokh. Nawawi, Ketua DPRD Kota Pasuruan H.M. Toyib, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, serta jajaran Forkopimda. Hadir pula Pj Sekretaris Daerah Lucky Danardono, pejabat Pemkot Pasuruan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.

Kegiatan diawali pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Selanjutnya, Wali Kota Pasuruan menyampaikan arahan mengenai makna kelahiran Rasulullah SAW serta pentingnya menerapkan keteladanan beliau dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Adi Wibowo menegaskan bahwa menjadi abdi negara sekaligus abdi masyarakat merupakan amanah besar. Tugas ASN, menurutnya, bukan semata menjalankan administrasi pemerintahan, melainkan juga memberikan pelayanan secara tulus dan menjadi contoh bagi masyarakat.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan tausiyah oleh Ustad Ahmad Muzjaki, Imam Masjid Akbar Surabaya. Materi yang disampaikan mengajak peserta menggali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Peringatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara unsur Forkopimda, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen masyarakat Kota Pasuruan. Kebersamaan lintas unsur dinilai penting dalam menjaga hubungan harmonis serta mendukung penyelenggaraan pemerintahan.

Kegiatan berlangsung tertib dan kondusif dengan seluruh peserta mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Momentum keagamaan tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi untuk memperkuat nilai moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.

Wali Kota Pasuruan Dr. H. Adi Wibowo mengatakan momentum Maulid Nabi harus menjadi bahan refleksi bagi aparatur dalam menjalankan amanah. “Menjadi bagian dari pemerintahan, menjadi abdi negara dan abdi masyarakat adalah sebuah amanah yang sangat besar,” kata Adi Wibowo.

Ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan meluruskan kembali niat dalam bekerja agar pengabdian yang dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Mari kita jadikan momentum Maulid Nabi ini untuk merenungkan kembali apa niat kita bekerja dan apa tujuan kita melayani,” ujarnya.

Menurut Adi, keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan dalam sikap jujur, bertanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Ia berharap nilai tersebut menjadi bagian dari budaya kerja aparatur sekaligus mendukung kemajuan Kota Pasuruan.

Ia menambahkan, setiap ikhtiar aparatur hendaknya diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga. “Semoga niat kita senantiasa lurus semata-mata karena Allah dan segala usaha kita bermuara untuk kebaikan masyarakat dan kemajuan Kota Pasuruan yang kita cintai bersama,” tutur Adi.

Sementara itu, Ustad Ahmad Muzjaki menekankan bahwa Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus mendorong perubahan sikap dan perilaku.

“Maulid Nabi bukan hanya untuk mengingat kelahiran Rasulullah, tetapi bagaimana keteladanan beliau kita hadirkan dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan amanah dan berbuat baik kepada sesama,” ujar Ahmad Muzjaki. (shl)