JATIMPOS.CO//BONDOWOSO. Sebanyak 94 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bondowoso telah menjalani verifikasi dan validasi (verval) oleh tim pusat. Koperasi tersebut kini dipersiapkan untuk memasuki tahap operasional, meski pelaksanaannya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Dari target pembangunan KDKMP di 219 desa, sebanyak 113 desa telah melaksanakan pembangunan. Sebanyak 110 bangunan di antaranya dilaporkan rampung 100 persen.

Capaian tersebut menjadi modal awal bagi Bondowoso untuk mendorong kehadiran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa. Namun, kesiapan bangunan perlu diikuti dengan kepastian operasional, kelengkapan sarana, serta sistem pengelolaan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Inf. Prawito, menjelaskan bahwa 94 titik yang telah menjalani verval diperiksa oleh tim pusat untuk memastikan kesiapan fasilitas sebelum memasuki tahap berikutnya.

Pemeriksaan meliputi kondisi dan kualitas bangunan, akses jalan, ketersediaan air dan listrik, hingga kelengkapan peralatan pendukung kegiatan koperasi.

“Sebanyak 94 titik sudah melalui verifikasi dan validasi. Untuk pelaksanaan operasionalisasinya, kami masih menunggu instruksi dari pusat,” jelas Prawito, Senin (19/10/2026).

Menurut dia, kesiapan KDKMP tidak hanya ditentukan oleh rampungnya pembangunan fisik. Ketersediaan peralatan dan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan usaha koperasi.

Sejumlah sarana yang disediakan melalui dukungan PT Agrinas Pangan Nusantara meliputi kendaraan operasional berupa mobil, truk, pikap dan motor roda tiga. Selain itu, tersedia pula AC, CCTV, mesin kasir, rak, palet gudang, serta pakaian pegawai.

Prawito menambahkan, titik-titik yang telah rampung disebut sudah memiliki manajer koperasi yang ditunjuk oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

Dalam skema yang dipaparkan, Agrinas akan mengawasi dan mengelola operasional KDKMP selama dua tahun pertama. Setelah berjalan sesuai ketentuan, pengelolaan direncanakan diserahterimakan kepada pemerintah desa.

Di sisi lain, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan program KDKMP melalui koordinasi bersama TNI, Polri, dan perangkat daerah terkait.

Menurut Abdul Hamid, sinergi lintas sektor diperlukan untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan dalam penyiapan operasional koperasi, termasuk persoalan pertanahan, pertanian, dan pemberdayaan desa.

Ia berharap koordinasi yang dilakukan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi berlanjut pada langkah konkret agar program tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Secara konsep, KDKMP dirancang sebagai jaringan koperasi yang saling terhubung antardesa dan kelurahan. Keberadaannya diharapkan tidak hanya menjadi tempat distribusi barang, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Salah satu sasaran program tersebut ialah memperpendek rantai distribusi kebutuhan masyarakat, termasuk LPG bersubsidi ukuran tiga kilogram, Minyakita, pupuk, dan berbagai bahan kebutuhan pokok lainnya.

KDKMP juga diproyeksikan menjadi penyerap hasil produksi masyarakat desa atau off-taker. Melalui jaringan antarkoperasi, produk unggulan lokal diharapkan memiliki akses pemasaran yang lebih luas, termasuk ke luar daerah.

Selain itu, koperasi direncanakan membuka akses permodalan bagi pelaku usaha kecil melalui kerja sama dengan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Skema ini diharapkan dapat memperluas pilihan pembiayaan bagi masyarakat dan mengurangi ketergantungan terhadap rentenir.

Sementara itu, rencana penyediaan apotek di KDKMP masih dalam tahap koordinasi dan menunggu instruksi resmi dari Dinas Kesehatan.

Dengan 94 titik yang telah menjalani verval, tahapan berikutnya menjadi penting untuk memastikan koperasi benar-benar siap menjalankan kegiatan usaha. Kepastian operasional, ketersediaan barang, tata kelola yang transparan, serta keberpihakan kepada pelaku usaha lokal akan menentukan sejauh mana KDKMP mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Bondowoso. (Eko)