JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN – UPT SDN Randusari menggelar kirab 500 ketupat dalam tradisi Grebek Syawal, Sabtu (4/4/2026). Gunungan ketupat yang diarak keliling itu menjadi perhatian saat diperebutkan ratusan siswa usai didoakan.
“Ngeluhurake Budaya Nyambung Tresna” tersebut berlangsung di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Gadingrejo. Sebanyak 500 ketupat disusun menyerupai gunungan dan diarak sejauh sekitar 500 meter oleh puluhan siswa yang mengenakan pakaian adat Jawa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi yang digelar sepekan setelah Idul Fitri. Berbeda dari biasanya, ketupat yang digunakan tidak berisi nasi, melainkan perlengkapan sekolah seperti penghapus, rautan pensil, permen, hingga uang.
Kepala UPT SDN Randusari, Yuli Winarti MPd, mengatakan kirab tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus pelestarian budaya.
“Gunungan ketupat diarak setelah didoakan, kemudian diperebutkan oleh siswa sebagai bagian dari tradisi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketupat yang digunakan berasal dari partisipasi wali murid yang menyerahkan ketupat kosong. Selanjutnya, pihak sekolah mengisi dengan berbagai perlengkapan yang memiliki nilai simbolis.
“Isi ketupat disesuaikan dengan nilai pendidikan, seperti penghapus dan rautan,” katanya.
Setelah kirab, gunungan ketupat diserahkan secara simbolis kepada sesepuh untuk didoakan sebelum akhirnya dibagikan. Sebanyak 343 siswa mengikuti prosesi perebutan ketupat tersebut.
Salah satu wali murid, Siti Aminah, menilai kegiatan ini memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak.
“Anak-anak bisa belajar budaya sekaligus merasakan kebersamaan,” tuturnya.
Hal senada disampaikan siswa Raka (10) yang mengaku senang mengikuti kirab.
“Saya ikut arak-arakan dan dapat isi ketupat,” katanya. (shl).
