JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN – SMP Negeri 8 Pasuruan memperkuat komitmen transparansi tata kelola sekolah sekaligus memperkenalkan program pembentukan karakter kepada orang tua peserta didik baru melalui kegiatan sosialisasi tahun ajaran 2026/2027 pada Sabtu (18/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi wadah membangun sinergi antara sekolah dan wali murid sejak awal proses pendidikan.

Kegiatan yang diikuti seluruh orang tua siswa kelas VII itu dimanfaatkan pihak sekolah untuk memaparkan berbagai kebijakan, mulai dari pengelolaan dana pendidikan, program pembinaan karakter, hingga aturan penggunaan seragam sekolah. Seluruh materi disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

Kepala SMP Negeri 8 Pasuruan, Arif Syaifurrohman, mengatakan keterbukaan merupakan prinsip yang terus diterapkan sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat, khususnya para wali murid yang mempercayakan pendidikan anaknya di sekolah tersebut.

"Seluruh penggunaan anggaran kami sampaikan secara transparan. Bahkan kami memasang banner di beberapa titik sekolah agar dapat dilihat langsung oleh orang tua," kata Arif.

Ia menjelaskan, informasi mengenai penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dipublikasikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui peruntukan anggaran yang digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bentuk pengawasan bersama terhadap pengelolaan keuangan sekolah.

Selain membahas aspek administrasi, sekolah turut memperkenalkan program pembentukan karakter yang akan diikuti peserta didik baru. Salah satunya melalui kegiatan Latihan Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) bekerja sama dengan personel Yonzipur sebagai bagian dari upaya menanamkan disiplin sejak dini.

"Kalau ingin membuka jalan menuju prestasi, anak-anak harus memiliki fondasi disiplin yang kuat. Nilai itulah yang sedang kami bangun sejak mereka pertama masuk sekolah," ujarnya.

Arif menuturkan pendidikan karakter menjadi prioritas karena diyakini mampu membentuk pribadi yang bertanggung jawab, mandiri, dan siap menghadapi tantangan selama menempuh pendidikan. Menurutnya, prestasi akademik maupun nonakademik akan lebih mudah diraih apabila siswa memiliki sikap disiplin dan etika yang baik.

Dalam forum tersebut, pihak sekolah juga memberikan penjelasan mengenai kebijakan penggunaan seragam. Arif menegaskan seluruh ketentuan tetap mengacu pada aturan pemerintah, sedangkan seragam khas sekolah merupakan usulan komite tanpa adanya kerja sama dengan toko atau penyedia tertentu.

"Seragamnya berupa atasan polos berwarna kuning cerah atau lemon. Orang tua bebas membeli di mana saja sesuai keinginan dan kemampuan. Sekolah tidak menunjuk maupun mewajibkan pembelian di tempat tertentu," tegasnya.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Wali murid diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan, saran, maupun masukan terkait program sekolah. Melalui dialog tersebut, berbagai kebijakan dapat dipahami secara utuh sehingga tercipta kesamaan persepsi antara sekolah dan orang tua.

"Harapan kami, komunikasi yang terbuka ini menjadi dasar membangun kepercayaan dan kolaborasi dengan orang tua. Jika sekolah dan keluarga berjalan seiring, pembentukan karakter, peningkatan prestasi, dan kualitas layanan pendidikan akan lebih mudah diwujudkan," pungkas Arif. (shl).