JATIMPOS.CO//BONDOWOSO. Sebanyak 261 siswa pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), dan kelompok bermain (KB) di bawah naungan TK PGRI se-Kabupaten Bondowoso mengikuti final lomba mewarnai yang digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi peserta didik untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengembangkan keberanian sejak usia dini. Para peserta yang mengikuti babak final merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing kecamatan setelah melalui seleksi di tingkat sekolah dan kecamatan.
Ketua YPLP sekaligus Ketua Panitia, Moh. Mattallep, menjelaskan bahwa lomba tersebut diikuti peserta dari 21 kecamatan. Sebelumnya, proses seleksi telah dilaksanakan pada 1–3 Oktober di sekolah dan kecamatan masing-masing.
“Peserta yang hadir di sini merupakan anak-anak terbaik dari kecamatan masing-masing. Mereka mengikuti seleksi terlebih dahulu, kemudian yang terpilih dibawa ke tingkat kabupaten untuk mengikuti babak final,” ujar Mattallep.
Ia menjelaskan, jumlah peserta yang dikirim setiap kecamatan disesuaikan dengan jumlah murid. Secara umum, mekanisme perwakilan ditetapkan dengan perbandingan satu peserta untuk setiap 10 anak, sehingga kecamatan dengan jumlah murid lebih banyak dapat mengirimkan lebih banyak perwakilan.
Lomba mewarnai ini diselenggarakan oleh Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) sebagai wadah pengembangan potensi anak didik di lingkungan TK PGRI. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan sejumlah momentum penting, yakni Hari Guru Nasional, Hari Gerbong Maut, Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, serta Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan gambar yang telah disediakan panitia untuk kemudian diwarnai sesuai kreativitas masing-masing. Dengan konsep tersebut, penilaian tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan imajinasi melalui perpaduan warna.
Mattallep mengatakan, kreativitas dan kebersihan menjadi dua aspek utama yang diperhatikan dewan juri. Selain itu, kesesuaian dalam mewarnai juga menjadi bagian dari penilaian karena peserta telah mendapatkan pola gambar yang sama.
Menurut dia, kegiatan ini tidak semata-mata bertujuan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, lomba menjadi sarana pembelajaran bagi anak untuk berani tampil, mengembangkan kemampuan, dan membangun rasa percaya diri ketika berhadapan dengan peserta lain dari berbagai wilayah.
" Kita menyiapkan juara pertama, kedua, dan ketiga, serta juara harapan pertama, kedua, dan ketiga. Selain kategori tersebut, penghargaan juara favorit juga diberikan di tingkat kecamatan sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi peserta didik, " Ujarnya.
Dari total 23 kecamatan di Kabupaten Bondowoso, terdapat dua kecamatan yang belum memiliki TK PGRI. Kondisi tersebut membuat peserta lomba berasal dari kecamatan yang memiliki lembaga TK PGRI dan mengikuti mekanisme seleksi yang telah ditetapkan panitia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengapresiasi penyelenggaraan lomba mewarnai tersebut. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan peserta didik sejak usia dini merupakan bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak melalui aktivitas yang edukatif dan menyenangkan.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan potensi mereka. Lomba seperti ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk melatih keberanian, kemandirian, serta rasa percaya diri sejak dini,” ujar Taufan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan satuan pendidikan dan para pendidik. Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga perlu memperhatikan perkembangan karakter, kreativitas, dan kemampuan sosial anak melalui kegiatan yang sesuai dengan tahap pertumbuhannya.
Mattallep menambahkan, penyelenggaraan lomba ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan peserta didik. Melalui kegiatan mewarnai, anak-anak dapat belajar mengambil keputusan dalam memilih warna, melatih ketelitian, serta mengekspresikan gagasan sesuai imajinasi masing-masing.
Ia menegaskan, salah satu tujuan jangka panjang kegiatan tersebut adalah ikut mempersiapkan generasi emas Indonesia pada 2045. Upaya itu dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan keberanian sejak bangku pendidikan usia dini.
Dirinya berharap sekolah dan para pendidik semakin terdorong menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.
" Dengan dukungan berbagai pihak, pengembangan potensi anak diharapkan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan positif yang memberikan pengalaman belajar secara langsung, " Pungkasnya. (Eko)