JATIMPOS.CO//PASURUAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Malang menjadi perhatian tim gabungan di Kabupaten Pasuruan. Pengawasan diperketat di kawasan perbatasan untuk mengantisipasi kobaran api meluas menuju Bukit Keciri, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Selasa (15/9/2026).

Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah titik api masih terlihat menyala di kawasan Bukit Keciri yang masuk wilayah Kabupaten Malang. Meski demikian, hingga kegiatan berlangsung, kobaran tersebut belum memasuki wilayah Kabupaten Pasuruan.

Berdasarkan pemantauan drone milik Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), titik api berada di sekitar koordinat -7.95951, 112.86546, tepatnya di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Sebanyak 29 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas unsur Polri, TNI, Satpol PP, Perhutani, PHPA, perangkat desa, dan relawan.

Kegiatan diawali apel koordinasi di Balai Desa Ngadirejo sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah itu, personel bergerak menuju Bukit Keciri untuk melakukan pemantauan serta penyekatan di kawasan perbatasan.

Sekitar pukul 11.30 WIB, tim tiba di batas wilayah Kabupaten Pasuruan dan melanjutkan pengawasan terhadap perkembangan titik api. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui arah pergerakan api dan mengantisipasi kemungkinan kobaran mendekati wilayah Pasuruan.

Pada pukul 14.30 WIB, tim kembali menuju kawasan Bukit Premium, Desa Ngadirejo, untuk melakukan konsolidasi. Hasil pemantauan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah antisipasi berikutnya.

Titik api yang berada di wilayah Kabupaten Malang diperkirakan berjarak sekitar tujuh kilometer dari batas Kabupaten Pasuruan. Sampai pemantauan berakhir, belum terdapat laporan kebakaran telah memasuki wilayah Pasuruan.

Luas lahan yang terbakar juga belum dapat dipastikan karena lokasi kebakaran berada di wilayah Kabupaten Malang. Tim gabungan tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perubahan arah kobaran, terutama apabila kondisi angin berpotensi mendorong api menuju wilayah Pasuruan.

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan, pemantauan dan penyekatan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar karhutla tidak merembet ke wilayah Pasuruan.

“Kami bersama tim gabungan melakukan pemantauan di kawasan perbatasan dan mengantisipasi agar api tidak merembet ke wilayah Desa Ngadirejo. Kondisi titik api terus kami pantau, terutama jika angin bertiup kencang,” ujarnya. (shl)