JATIMPOS.CO/SURABAYA– Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membuka peluang Tri Rismaharini kembali menjadi salah satu kandidat yang dipertimbangkan partainya untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur mendatang.

Peluang tersebut disampaikan Hasto setelah menghadiri konsolidasi internal PDIP se-Jawa Timur yang digelar di Vasa Hotel Surabaya, Minggu (23/8/2026). Dalam kesempatan itu, Hasto menyebut PDIP memiliki sejumlah kader potensial untuk kontestasi kepala daerah.

Menurut Hasto, kader potensial tersebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari kepala daerah, anggota DPR RI, hingga kader yang direkrut melalui proses pendidikan politik dan rekrutmen terbuka.

“Kalau kita lihat di dalam demokrasi yang terkonsolidir, maka ada calon-calon yang muncul dari kepala daerah, kami punya 12 kepala daerah. Ada calon yang muncul dari anggota DPR RI, kami punya anggota DPR RI yang cukup signifikan sekitar 19 dari Jawa Timur,” kata Hasto.

Ia kemudian mencontohkan Risma sebagai salah satu kader yang memiliki rekam jejak kepemimpinan di pemerintahan. Menurut Hasto, Risma sebelumnya direkrut dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan kemudian diberi ruang untuk memimpin sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode.

“Bu Tri Rismaharini misalnya, direkrut dari kalangan ASN yang menggembleng kepemimpinannya dan kemudian bertemu dengan Ibu Mega dan diberikan ruang untuk menjadi wali kota dua periode dan sangat berhasil, kemudian menjadi Menteri Sosial,” ujarnya.

Hasto menyebut pengalaman Risma menjadi bagian dari contoh keberhasilan kaderisasi PDIP. Saat ini, Risma juga disebut mendapat tanggung jawab sebagai Ketua DPP PDIP bidang penanggulangan bencana.

Menurut Hasto, partainya masih melakukan proses penjaringan dan penggemblengan terhadap figur-figur yang dinilai memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Karena itu, peluang kader seperti Risma tetap terbuka.

“Ya kalau kami melakukan penggroomingan. Jadi mereka-mereka yang punya potensi sebagai pemimpin dan kemudian mampu menjawab harapan rakyat itu diberikan ruang di PDI Perjuangan, termasuk bagi anak-anak muda,” kata Hasto.

Meski demikian, Hasto tidak menyebut secara tegas bahwa Risma telah ditetapkan sebagai calon PDIP untuk Pilgub Jatim. Ia menekankan bahwa partai masih memiliki proses dalam mempersiapkan dan memberikan ruang kepada kader-kader potensial.

Hasto mengatakan, PDIP memiliki modal politik berupa struktur partai dan sejumlah kader kepala daerah maupun anggota legislatif untuk menghadapi berbagai kontestasi politik mendatang.

“PDI Perjuangan memiliki banyak success story terkait dengan para kepala daerah, dan dengan solidnya mesin partai ini menjadi modal bagi pemenangan pemilu gubernur, kepala daerah yang akan datang, dan pemilu legislatif serta presiden,” tandasnya. (zen)