JATIMPOS.CO/TULUNGAGUNG — Sebanyak 60 guru ngaji di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, menerima honor tahun anggaran 2025. Penyaluran insentif tersebut dilaksanakan di Balai Desa Kedungwaru, Minggu (8/10/2025).

Penerima honor tidak hanya berasal dari ustaz dan ustazah, tetapi juga pendidik lembaga keagamaan nonmuslim, sebagai bentuk perhatian pemerintah desa terhadap seluruh pengajar keagamaan yang aktif membina masyarakat.

Kepala Desa Kedungwaru, Mochamad Toha, S.Ag, mengatakan penyaluran honor ini merupakan wujud penghargaan kepada para guru ngaji sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dalam mencerdaskan masyarakat di bidang keagamaan.

"Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian serius dari pemerintah desa kedungwaru juga sebagai spirit membina umat juga memberikan pelayanan yang sangat mudah bagi para penerima". tuturnya.

Ia menjelaskan, honor tersebut bersumber dari Dana Desa Tahun 2025 yang telah dianggarkan melalui bidang pembinaan kemasyarakatan dan keagamaan. Penganggaran dilakukan secara resmi melalui musyawarah desa dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta tokoh masyarakat.

"Data guru ngaji telah kami verifikasi agar bantuan ini benar-benar diterima oleh mereka yang aktif mengabdi selama satu tahun," jelasnya.

Menurut Toha, insentif ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para guru ngaji untuk terus istiqamah dalam mendidik anak-anak, remaja, hingga masyarakat dewasa di bidang keagamaan.

Ke depan, pihaknya membuka peluang evaluasi penambahan nominal honor apabila kondisi keuangan desa memungkinkan. Pemerintah Desa Kedungwaru, kata dia, berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak dan berkarakter. (san)