JATIMPOS.CO/BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro merampungkan normalisasi 23 embung yang tersebar di sejumlah desa. Normalisasi dilakukan untuk mengoptimalkan kapasitas tampungan air sebagai upaya menjaga ketersediaan air bagi pertanian dan peternakan, terutama menghadapi musim kemarau.
Kepala Bidang Air Baku dan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro, Bungku Susilowati, mengatakan normalisasi dilakukan melalui pengerukan sedimen yang selama ini menyebabkan pendangkalan embung.
"Dulu embung mungkin cepat kering karena endapan sedimen lumpurnya tebal. Sekarang setelah dikeruk, kapasitasnya jauh lebih besar. Contohnya di Desa Pajeng, kini bisa menampung hingga 19 ribu meter kubik air," ujar Bungku, Selasa (6/1/2026).
Lebih lanjut, Bungku Susilowati berharap pemerataan pengerjaan normalisasi embung ini dapat membuat petani lebih tenang saat memasuki musim tanam, karena cadangan air tersedia lebih dekat dengan lahan pertanian mereka. Total terdapat 23 desa yang kini memiliki embung dengan kondisi prima dan siap memberikan manfaat bagi ketahanan pangan serta perekonomian desa setempat. (narto)
Berikut data 23 paket pekerjaan normalisasi embung di Kabupaten Bojonegoro yang telah rampung:
- Desa Pajeng, Kec. Gondang: volume sebesar 19.146 m³
- Desa Sumberwangi, Kec. Kanor: volume sebesar 6.900 m³
- Desa Duwel, Kec. Kedungadem: volume sebesar 10.919 m³
- Desa Sumbergede, Kec. Kepohbaru: volume sebesar 2.500 m³
- Desa Kedungadem, Kec. Kedungadem: Normalisasi tahap pertama dengan volume sebesar 624 m³
- Desa Teleng, Kec. Sumberrejo: volume sebesar 3.600 m³
- Desa Wotan, Kec. Sumberrejo (Lokasi 1): Normalisasi embung laut dengan volume sebesar 4.455 m³
- Desa Wotan, Kec. Sumberrejo (Lokasi 2): Pekerjaan dengan volume besar yaitu 29.300 m³
- Desa Gading, Kec. Tambakrejo: volume sebesar 11.000 m³
- Desa Megale, Kec. Kedungadem: volume sebesar 11.500 m³
- Desa Tlogohaji, Kec. Sumberrejo: Normalisasi dengan volume sebesar 6.200 m³
- Desa Klino, Kec. Sekar: Pekerjaan volume sebesar 4.755 m³
- Desa Bobol, Kec. Sekar (Lokasi 1): volume sebesar 1.000 m³
- Desa Bobol, Kec. Sekar (Lokasi 2): volume sebesar 1.000 m³
- Desa Bobol, Kec. Sekar (Lokasi 3): volume sebesar 1.000 m³
- Desa Bobol, Kec. Sekar (Lokasi 4): volume sebesar 1.000 m³
- Desa Bobol, Kec. Sekar (Lokasi 5): volume sebesar 1.000 m³
- Desa Sendangrejo, Kec. Tambakrejo (Lokasi 1): volume sebesar 9.600 m³
- Desa Sendangrejo, Kec. Tambakrejo (Lokasi 2): volume sebesar 5.586 m³
- Desa Wotan, Kec. Sumberrejo (Lokasi 3): volume terbesar, yaitu 60.000 m³
- Desa Katur, Kec. Gayam: volume sebesar 7.500 m³
- Desa Kanten, Kec. Trucuk: volume sebesar 12.750 m³
- Desa Kedungadem, Kec. Kedungadem (Lokasi 2): Normalisasi tahap kedua dengan volume sebesar 6.000 m³.