JATIMPOS.CO/JOMBANG - Penyakit menular dari hewan ke manusia kembali menjadi perhatian dunia kesehatan. Salah satu penyakit yang saat ini sedang disosialisasikan adalah Penyakit Virus Nipah. Meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus pada manusia di Indonesia, kewaspadaan dini sangat penting untuk melindungi masyarakat.
Disampaikan dr.Tiar Oktavian Effendi Sp.P, Apa Itu Virus Nipah? "Virus Nipah adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Virus ini termasuk penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Hewan yang menjadi reservoir alami virus Nipah adalah kelelawar buah, yang sering hidup di sekitar pepohonan dan kebun," terang dr. Tiar dalam podcast Humas RSUD Jombang Menyapa, Rabu (11/02/2026).
dr Tiar sapaan akrabnya menjelaskan, Virus ini pertama kali ditemukan di Malaysia pada tahun 1998 dan dapat menyebabkan gejala berat seperti demam, sakit kepala, dan gangguan pernapasan.
"Penyakit yang disebabkan virus Nipah ini penularannya berbeda dengan covid 19. Virus Nipah ini tergolong penyakit gangguan pernapasan yang berat dan gejala awal memang seperti flu biasa, namun Virus Nipah massa incubasinya agak panjang sekitar 2 minggu," sambung dr. Tiar.
Ia menceritakan, bahwa Virus Nipah pernah menyebabkan wabah di beberapa negara Asia dengan angka kematian yang cukup tinggi. Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan Virus Nipah sebagai salah satu penyakit yang berpotensi menjadi ancaman kesehatan global.
"Bagaimana Virus Nipah Menular? Penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa cara, antara lain : Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau dari cairan tubuh hewan terinfeksi seperti air liur, urin, dan darah; Mengonsumsi buah atau nira/aren mentah yang telah terkontaminasi oleh kelelawar; Kontak erat dengan orang yang terinfeksi, terutama saat merawat tanpa perlindungan yang memadai," urai dr. Tiar lebih rinci.
Ia juga menjelaskan, penularan antar manusia dapat terjadi, khususnya di lingkungan rumah dan fasilitas pelayanan kesehatan apabila pencegahan infeksi tidak diterapkan dengan baik.
Perlu diwaspadai juga bahwa Virus Nipah menyerang pada manusia karena penularan dari hewan seperti kelelawar dan daging hewan yang lainya yang dikonsumsi oleh manusia maka dari itu memasak daging dan memakan buah harus dicuci terlebih dahulu sampai bersih untuk pencegahan Virus Nipah Tersebut tertular pada manusia.
dr Tiar mengungkapkan, Gejala Virus Nipah yang perlu diwaspadai sering menyerupai flu, sehingga mudah tidak disadari. Gejala tersebut meliputi : Demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, mual bahkan sampai muntah. Pada kondisi yang lebih berat, dapat muncul : Penurunan kesadaran, Gangguan pernapasan, Peradangan otak (ensefalitis).
"Jika seseorang mengalami gejala tersebut dan memiliki riwayat kontak dengan hewan atau konsumsi makanan berisiko, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, yakni RSUD Jombang," terangnya.
Namun demikian, Mengapa Masyarakat Tidak Perlu Panik? "Hingga saat ini, belum ada laporan kasus Virus Nipah pada manusia di Indonesia. Sosialisasi kepada tenaga kesehatan dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan agar penyakit dapat dikenali dan ditangani lebih cepat bila suatu saat ditemukan kasus," jelas dr. Tiar.
Kewaspadaan bukan berarti menimbulkan ketakutan, melainkan bentuk perlindungan agar masyarakat tetap aman dan sehat.
"Dengan kewaspadaan dini dan kerjasama semua pihak, risiko penyebaran penyakit dapat ditekan sejak awal. Tetap tenang, selalu waspada, dan lindungi keluarga dengan perilaku hidup bersih dan sehat," pungkas dr. Tiar. (her)
