JATIMPOS.CO/BOJONEGORO – Keluarga Besar Warga Sapta Darma Sanggar Candi Busana (SCB) Pancuran kini tengah bersiap menyambut peringatan agung Tanggap Warsa 1 Sura Tahun Baru Sura 1960 Saka Jawa. Bagi warga Sapta Darma, momentum pergantian tahun ini senantiasa dinantikan sebagai waktu yang sakral untuk melakukan refleksi spiritual, pembersihan jiwa, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar-sesama penghayat kepercayaan.

Untuk memeriahkan dan mengkhidmatkan momentum penyambutan tersebut, pihak sanggar berencana menyelenggarakan pagelaran kesenian tradisional Ringgit Purwa atau wayang kulit semalam suntuk. Acara kebudayaan yang terbuka untuk umum ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Selasa Pahing, 14 Juli 2026 mendatang. Pemilihan waktu ini diselaraskan dengan tibanya malam pergantian tahun dalam kalender Jawa.

Kegiatan bernuansa spiritual dan budaya ini nantinya akan dipusatkan langsung di kompleks Sanggar Candi Busana (SCB) Pancuran, yang berlokasi di Pakis, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban. Saat ini, panitia dari internal warga sanggar tengah bergotong-royong mempersiapkan lokasi agar dapat menyambut dan menampung kehadiran warga kerohanian maupun masyarakat umum dengan representatif.

Salah satu agenda yang paling sakral dan dinantikan dalam rangkaian acara nanti adalah sesi kerohanian yang dipimpin oleh Bapak Joko Sapuro, selaku Tuntunan Sanggar Candi Busana (SCB) Pancuran. Dalam momentum pergantian tahun tersebut, beliau dijadwalkan akan memberikan wejangan-wejangan luhur yang mengupas secara menyeluruh mengenai babagan (hal-hal) ajaran Sapta Darma.

Wejangan dari Bapak Joko Sapuro ini akan menjadi kompas spiritual bagi seluruh warga sanggar dalam menjalani tahun yang baru. Melalui penuturan beliau, warga Sapta Darma akan kembali diingatkan mengenai esensi keluhuran budi, ketenteraman batin, sujud kepada Sang Maha Agung (Allah Yang Maha Agung), serta kewajiban menjalankan tujuh kewajiban suci Sapta Darma dalam kehidupan sehari-hari.

Menambah kemeriahan malam yang penuh berkah tersebut, SCB Pancuran juga akan menghadirkan dalang kondang Ki Sigid Ariyanto. Sang maestro pewayangan tersebut sengaja diundang untuk menghibur sekaligus memperkuat pesan moral melalui lakon "Lampahan Bagawan Polo Soro". Kisah ini dinilai sangat selaras dengan wejangan kerohanian yang akan disampaikan, karena sama-sama menekankan pada keteguhan iman dan kebijaksanaan hidup.

Hingga saat ini, persiapan teknis di area SCB Pancuran terus dikebut dan dilaporkan sudah memasuki tahap finalisasi, mulai dari penataan panggung, koordinasi keamanan, hingga penyediaan fasilitas bagi para tamu. Karena acara baru akan dilaksanakan beberapa hari ke depan, panitia masih terus membuka koordinasi dengan pihak-pihak terkait demi kelancaran seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Melalui kegiatan tersebut, Keluarga Besar Warga Sapta Darma SCB Pancuran mengajak dan mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk turut hadir menyaksikan pagelaran budaya ini. Selain untuk memperkuat aspek spiritual internal sanggar melalui wejangan tuntunan, acara menyambut 1 Sura ini diharapkan dapat menjadi media silaturahmi yang hangat demi menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat Tuban. (nto)