JATIMPOS.CO/JOMBANG – Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH. Abdurrozaq Sholeh, menegaskan bahwa informasi yang beredar melalui aplikasi WhatsApp terkait pemindahan pelaksanaan Muktamar dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, adalah informasi bohong atau hoaks.
Pesan yang beredar menyebutkan bahwa Tambakberas hanya akan digunakan untuk acara pembukaan, sedangkan rangkaian sidang muktamar dipindahkan ke Asrama Haji Sukolilo dengan alasan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Tambakberas tidak memadai.
Dalam pesan tersebut bahkan disebutkan bahwa jika informasi itu benar, maka telah terjadi "sabotase terstruktur dan sistematis" yang layak diproses secara hukum.
Menanggapi kabar tersebut, KH. Abdurrozaq Sholeh mengaku tidak mengetahui asal-usul informasi tersebut. Namun, pihaknya memilih tidak terpancing dan tetap fokus pada persiapan pelaksanaan muktamar.
"Saya juga tidak tahu sumbernya dari mana. Yang jelas kami menanggapinya dengan santai. Kami tidak perlu menguras energi untuk menanggapi berita-berita yang tidak jelas itu," ujarnya, Jum'at (17/07/2026).
Ia menegaskan, seluruh persiapan terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama panitia pusat. Dari sisi infrastruktur, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dinilai sangat siap menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan.
"Secara infrastruktur kami sangat cukup, sangat-sangat layak," tegasnya.
KH. Abdurrozaq juga memastikan informasi yang menyebut fasilitas MCK tidak memadai sama sekali tidak benar.
"Tidak benar sama sekali. Kami pastikan mulai pembukaan, pelaksanaan sidang-sidang komisi, sampai penutupan semuanya akan dilaksanakan di sekitar Pondok Tambakberas dan area Pondok Pesantren Bahrul Ulum," katanya.
Menurutnya, hingga saat ini tidak ada perubahan lokasi sebagaimana isu yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.
Terkait dampak munculnya informasi tersebut, ia menyebut tidak ada respons khusus dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurutnya, dinamika seperti itu merupakan hal yang biasa menjelang pelaksanaan agenda besar organisasi.
"Dari PBNU tidak ada tanggapan. Ini hal yang biasa, dinamika seperti itu sering terjadi. Yang penting kami tetap berjalan sesuai juknis yang telah disampaikan oleh PBNU. Kami tidak punya waktu untuk mengurusi berita-berita hoaks seperti itu," pungkasnya.
Pihak Yayasan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta mengacu pada informasi resmi dari panitia dan PBNU agar tidak terpengaruh oleh kabar yang menyesatkan. (her)